Tampilkan postingan dengan label PRODUCTIVITY & PERFORMANCE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRODUCTIVITY & PERFORMANCE. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 September 2026

Grit: Ketika Bakat Membuka Pintu, Ketekunan Membawa Kita Sampai Tujuan



Ada orang yang sangat berbakat, tetapi berhenti di tengah jalan.

Ada pula orang yang pada awalnya tampak biasa-biasa saja, tetapi bertahun-tahun kemudian justru melangkah jauh lebih depan.

Apa yang membedakan keduanya?

Kita mungkin tergoda menjawab: kecerdasan. Bakat. Kesempatan. Latar belakang.

Namun, pengalaman Angela Duckworth ketika menjadi guru justru membawanya pada pertanyaan yang berbeda.

Sebelum dikenal sebagai psikolog yang meneliti grit, Duckworth pernah bekerja sebagai konsultan manajemen. Ia kemudian beralih menjadi guru matematika kelas tujuh di sekolah negeri. Di ruang kelas itulah ia melihat sesuatu yang mengusiknya: siswa yang paling cepat memahami pelajaran tidak selalu menjadi siswa yang memperoleh hasil terbaik. Sebaliknya, beberapa siswa yang tidak tampak paling menonjol justru mampu berkembang ketika terus belajar dan berusaha.

Pengamatan sederhana itu kemudian berkembang menjadi pertanyaan penelitian yang jauh lebih besar:

Siapa yang akan berhasil dalam perjalanan panjang, dan mengapa?

Rabu, 23 September 2026

Saya Pernah Menulis tentang Otak Kiri dan Otak Kanan. Ternyata Saya Perlu Mengoreksinya



Bertahun-tahun lalu, ketika menulis buku Setiap Orang Berhak Sukses, saya pernah membahas tentang otak kiri dan otak kanan.

Waktu itu, gagasan tersebut terasa sangat masuk akal.

Otak kiri sering dikaitkan dengan logika, analisis, angka, dan kemampuan berpikir sistematis. Sementara otak kanan digambarkan sebagai wilayah kreativitas, intuisi, seni, dan imajinasi.

Maka muncullah pembagian yang sangat populer.

Ada orang yang disebut left-brained.

Ada pula yang dianggap right-brained.

Saya pun pernah menuliskannya.

Namun beberapa waktu kemudian, saya membaca kembali tentang topik ini dan menemukan sesuatu yang membuat saya berhenti sejenak.

Ternyata penjelasan itu tidak sesederhana yang pernah saya pahami.

Selasa, 20 Januari 2026

Lebih Produktif Tanpa Menambah Jam Kerja: Kuncinya Fokus, Bukan Sibuk



Pernah merasa hari terasa selalu kurang? Pekerjaan menumpuk, daftar tugas tak kunjung habis, dan akhirnya kita berpikir: “Sepertinya saya harus kerja lebih lama.”

Padahal, masalahnya sering kali bukan kekurangan waktu, melainkan cara kita menggunakan waktu itu sendiri.

Saya masih ingat salah satu hadits yang paling berkesan diajarkan oleh guru saya adalah sabda Rasulullah ﷺ:

“Di antara kebaikan (kesempurnaan) Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah).

Ini berarti menghemat waktu dan tenaga untuk hal-hal yang membawa manfaat bagi agama, dunia, serta akhirat, baik dalam perkataan, perbuatan, pikiran, maupun pandangan.

Banyak orang sibuk dari pagi sampai malam, tapi hasilnya terasa biasa saja. Sebaliknya, ada juga orang yang jam kerjanya relatif normal, namun bisa menyelesaikan banyak hal penting. Bedanya ada pada fokus, pilihan, dan keberanian untuk menyederhanakan.

Berikut beberapa prinsip sederhana yang bisa membantu Anda melakukan lebih banyak hal, tanpa harus menambah jam kerja.

Rabu, 14 Januari 2026

Waktu Tidak Pernah Menunggu



 “Waktu tidak pernah menunggu. Siapa yang lalai, ia akan tertinggal. Maka gunakanlah setiap detik untuk mendekat kepada Allah.” – Aa Gym

Pagi ini saya kembali diingatkan tentang satu hal yang sering kita anggap biasa, padahal dampaknya luar biasa: waktu. Dalam kajian MQ pagi, Aa Gym menyampaikan dengan cara yang sederhana namun menohok, bahwa waktu tidak pernah berhenti berjalan, tidak pernah menunggu kesiapan kita, dan tidak memberi kesempatan untuk diulang.

Senin, 08 Desember 2025

Tips Produktivitas: Mengapa Sibuk Belum Tentu Produktif



Di era modern, kesibukan sering dianggap sebagai bukti keberhasilan. Kalender penuh warna membuat kita merasa penting, notifikasi yang terus berdenting seolah mengatakan bahwa hidup kita bergerak cepat, dan rapat bertubi-tubi memberi ilusi bahwa kita sedang maju. Namun, jika direnungkan lebih dalam, apakah semua aktivitas itu benar-benar mengantar kita menuju tujuan? Atau kita hanya seperti berlari di atas treadmill, lelah, berkeringat, namun tetap berada di tempat yang sama?

Ilusi Produktivitas: Sibuk Tidak Sama Dengan Berkembang

Kesibukan mudah sekali menipu. Ketika waktu kita habis untuk rapat dan aktivitas rutin, kita merasa sudah produktif. Padahal, banyak aktivitas tidak memberi kontribusi nyata terhadap tujuan hidup atau kerja yang lebih besar. Kita merasa bersalah jika tidak sibuk, seolah diam adalah bentuk kemalasan. Padahal, diam sering kali menjadi ruang penting bagi pikiran untuk mendapatkan arah yang lebih jernih.

Selasa, 18 November 2025

Produktivitas yang Tenang: Kekuatan Mengelola Energi, Bukan Hanya Waktu

Produktivitas

Di era ketika semua orang sibuk mengejar target, menyusun to-do list, dan mencatat jadwal serapi kalender digital, ada satu hal penting yang sering terabaikan: energi.

Bukan jumlah jam kerja yang membuat seseorang produktif, melainkan bagaimana energi batin, pikiran, dan fisik diarahkan setiap hari.

Itulah sebabnya banyak orang bekerja sepanjang hari, tetapi merasa tidak bergerak ke mana-mana. Sebaliknya, ada orang yang bekerja lebih sedikit, namun menghasilkan lebih banyak. Bedanya ada pada manajemen energi.

Senin, 04 Agustus 2025

Menjadi Individu Berperforma Tinggi: Mengatasi Tantangan dan Mencapai Potensi Terbaik dalam Hidup


Hidup kita penuh dengan tantangan, tekanan, keterbatasan, dan ketidakpastian. Namun, dalam setiap tantangan tersembunyi kesempatan untuk tumbuh. Sering kali, kita merasa terjebak, tidak tahu harus melangkah ke mana, atau merasa seperti semuanya berada di luar kendali. Tetapi, apa yang jika saya katakan bahwa semua tekanan dan keterbatasan yang kita hadapi adalah kunci untuk mencapai performa terbaik kita?

Rabu, 09 Juli 2025

Kuat Di Bawah Tekanan


Pernahkah Anda merenungkan bahwa jalan menuju surga itu beragam? Tidak hanya melalui shalat yang khusyuk atau sedekah yang ikhlas, tetapi juga bisa melalui kesabaran yang indah saat menghadapi ujian dari Yang Maha Pengasih. Seperti air yang menemukan celah di antara bebatuan, demikian pula jiwa kita mencari jalan menuju ketenangan hakiki.

Jumat, 07 Februari 2025

Mengatasi Kemalasan dan Meningkatkan Semangat Hidup dalam Islam


Kehidupan adalah perjalanan yang penuh tantangan. Kadang kita semangat, kadang kita malas. Ada hari di mana kita merasa begitu produktif, tetapi ada juga hari di mana kita tidak ingin melakukan apa-apa.

Namun, kemalasan bukanlah sekadar masalah kebiasaan, tetapi juga ujian iman dan ketakwaan. Dalam Islam, bekerja keras dan berusaha sungguh-sungguh adalah bagian dari ibadah. Sebaliknya, kemalasan dapat membawa banyak kerugian, baik di dunia maupun di akhirat.

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk melawan kemalasan adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a'ûdzu bika minal 'ajzi wal kasal. Wa a'ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a'ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang."

Hadis ini menunjukkan bahwa kemalasan bukan hanya masalah duniawi, tetapi juga bisa menjadi penyakit hati yang menghambat kita untuk mencapai ridha Allah.

Penyebab Kemalasan dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, kemalasan bukan hanya dianggap sebagai kebiasaan buruk, tetapi juga salah satu faktor yang dapat menghambat seseorang dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, memahami penyebab kemalasan sangat penting agar kita bisa mengatasinya dengan cara yang benar

Mengapa seseorang bisa menjadi pemalas? Ada beberapa penyebab utama yang harus kita sadari agar bisa mengatasinya:

Senin, 03 Februari 2025

Cara Bersyukur dalam Situasi Sesulit Apa pun: Kunci Kebahagiaan Sejati


Menemukan Cahaya di Tengah Gelapnya Ujian

Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Ada saatnya kita dihadapkan pada cobaan yang berat, kehilangan yang menyakitkan, atau kegagalan yang membuat hati kita hancur. Namun, di tengah segala kesulitan itu, ada satu kunci yang dapat membuat kita tetap kuat, tenang, dan bahkan bahagia: BERSYUKUR.

Bersyukur bukan berarti kita menutup mata terhadap kenyataan. Justru, bersyukur adalah cara kita melihat hidup dengan lebih bijaksana. Ini bukan sekadar teori kosong—bersyukur telah terbukti secara ilmiah dan spiritual sebagai salah satu cara paling ampuh untuk menghadapi tantangan hidup dengan ketenangan dan kebijaksanaan.

Mari kita pelajari bagaimana cara bersyukur dalam situasi sesulit apa pun, agar hidup kita lebih bermakna dan penuh keberkahan.

Mengapa Bersyukur Itu Realistis?

Banyak orang mengira bahwa bersyukur di tengah kesulitan adalah sikap yang naif, tidak realistis, atau bahkan seperti menutup mata terhadap masalah. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya.

Ketika kita bersyukur, kita membebaskan diri dari kecemasan, kebencian, dan kekecewaan yang menggerogoti hati kita. Dengan bersyukur, kita belajar menerima dan memahami bahwa setiap kejadian dalam hidup memiliki makna, memiliki pelajaran, dan memiliki hikmah yang dapat membuat kita lebih kuat dan lebih bijaksana.

Jadi, bagaimana cara kita tetap bersyukur meskipun hidup sedang terasa berat? Berikut adalah lima langkah sederhana yang bisa Anda lakukan.

Selasa, 19 Januari 2021

Apa Hal Terpenting yang Seseorang Dapatkan Ketika Mengunjungi Psikolog?


Alhamdulillah saya sangat bersyukur mengenal Sosok Psikolog yang sangat baik, ramah, ceria, dan profesional. Lokasinya sangat strategis, tempat parkirnya luas banget dan ruangannya nyaman. Berkunjung ke Psikologi Ceria memberikan arah baru dalam hidup.

Apa hal terpenting yang seseorang dapatkan ketika mengunjungi psikolog?

Kesadaran. Sadar bahwa kita memiliki potensi yang unik dan khas. Sadar bahwa setiap manusia punya kelemahan dan kekuatan. Bagaiaman kita mensyukuri dan fokus mengasah kelebihan kita dan sabar terhadap kekurangan sambil terus memperbaiki diri. Sadar bahwa masa lalu tidak bisa kita ubah, kita belajar melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, lebih positif, memberdayakan, dan lapang dada.

Jadi, berkunjung ke psikolog bukan hanya tentang gangguan kejiwaan, tapi tentang menemukenali dan memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri.

Setiap Orang Berhak Sukses dan Setiap Orang Berhak Bahagia. Semuanya ada di dalam diri kita masing-masing, di dalam dada yang bisa kita bawa kemana pun kita pergi, kita akan bahagia.

Deta Nurfianti, S.Psi., M.Psi., Psikolog insyaAllah bisa membantu Bapak/Saudara/i untuk menemukan jalan itu.

Yuk berkunjung ke Psikologi Ceria

Buat Janji Temu denga Psikolognya di sini

Jumat, 11 Desember 2020

8 Faktor Pembentuk Masa Depan Manusia


Setiap orang pasti mendambakan masa Depan yang baik. Tapi pertanyaan, apa saja faktor yang bisa membentuk masa Depan seseorang? Apakah keluarga? Pendidikan? Lingkungan? Kebijakan pemerintah? Teman? Apapun itu, sering kali kita sering sekali meletakkan kekuatan, kebahagiaan, di luar kendali kita, padahal Allah sudah menciptakan semua bekal untuk SUKSES dan BAHAGIA ada dalam diri kita. "Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya " (Q.S. At-Tin: 4) Anehnya walaupun, manusia sudah diciptakan sebaik-baiknya bentuk. tapi sedikit sekali yang bisa menggunakan potensi yang telah Allah anugrahkan kepada manusia. Mengapa? "...Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur." (Q.S. As-Sajadah) Darimana masa depan itu sebaiknya kita rancang? Apa saja tips mengubah karakter? Bagaimana agar pikiran kita bisa tenang dan hati kita selau damai ? Apa yang bisa membuat kita bahagia? Faktor apa yang membuat kita sengsara? Mengapa setiap ingin memiliki kebiasaan baru yang positif tapi selalu gagal? Darimana asal sesuatu yang kita pikirkan dan rasakan dalam hidup? Apa dampak menyimak dalam hidup? Apa pengaruh indra penglihatan terhadap hati kita? Semuanya bekal susses dan bahagia itu sudah ada melekat dalam diri kita sampai mati. Bagaimana cara memaksimalkan penggunaannya? Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan dałam hidup yang di jawab dałam video motivasi ini.

Sabtu, 02 Februari 2019

Public Speaking Training 2019


Pernahkan Anda memperhatikan, hampir semua orang sukses di dunia ini adalah para pembicara ulung? Nabi Muhammad Shalaullohhu ‘alaihi wassalam dengan salah satu sifat utamanya tabligh,  Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Barrack Obama, Oprah Winfrey adalah orang-orang sukses dari bidang yang berbeda. Tapi mereka punya kesamaan, yaitu memiliki kemampuan public speaking.

Semua orang sepakat, kemampuan Public Speaking merupakan salah satu instrumen penting dalam kepemimpinan.

Kamis, 13 Desember 2018

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia ala Nabi Muhammad

Berbagai fenomena yang melanda dunia akhir-akhir ini mengirimkan pesan penting kepada kita, pentingnya mengembangkan sumber daya manusia yang berkarakter baik. Pertanyaannya, bagaimana cara mewujudkan manusia yang membawa kebaikan bagi sesama manusia dan alam semesta?

Pendidikan yang diharapkan menjadi ujung tombak perubahan kiranya baru mengubah manusia pada taraf pikiran, belum sepenuhnya menyentuh hal yang mendasar yaitu hati. Ya, hati  yang berpikir yang jika dikolaborasikan menghasilkan kearifan dalam berpikir, bertutur, bertindak, dan membuat keputusan.

Mau bukti?

Jika ada pesan wa/ kiriman orang lain yang masuk ke handphone satu tulisan/ gagasan dari seorang pakar, berita, dan sejenisnya dan satu lagi isinya ayat-ayat Allah. Mana yang lebih fokus kita renungi lebih dalam? Kebanyakan yang ditadabburi adalah pendapat-pendapat (opini) manusia. Ya, yang beredar disekitar kita akhir-akhir  ini lebih banyak opini daripada ilmu (khususnya wahyu).

Apa sumber yang bisa mengasah kecerdasan hati, pikiran, dan fisik manusia secara holistik? Alhamdulillah sebagai orang yang Allah anugrahi mengenyam dunia pendidikan tinggi di kampus, saya telah merasakan efek perubahan dalam jiwa, pikiran, dan perubahan fisik (baca: kesehatan) melalui agama islam.

Kenapa agama? Karena itu sumbu pemicu potensi manusia yang sebenarnya. Islam yang mengubah para budak menjadi manusia-manusia mulia. Mengubah cara kita memandang dunia, melihat  sekitar kita. Islam mengajarkan cara pandang yang unik untuk melihat hidup dan segala pernak-perniknya.

“jika Anda menginginkan perubahan kecil, ubahlah perilaku Anda. Jika Anda menginginkan perubahan dengan lompatan kuantum, ubahalah cara Anda memandang dunia”

Agama ini mengajarkan manusia untuk mampu melihat jauh ke depan (Akhirat). Mengapa? Segala pikiran, lintasan mata, hati, ucapan, tindakan akan memiliki konsekuensi logis terhadap kehidupan sesorang di dunia, terlebih lagi di akhirat. Karena itu, seorang muslim sejati adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam mengisi waktunya dengan aneka kebaikan (Ibadah). Detik demi detik, menit, jam, dan hari. Sehingga ia menjadi manusia yang produktif dan penuh semangat menyongsong masa depan.

Contohnya?

Generasi sahabat adalah contoh umat terbaik yang pernah dilahirkan di pentas muka bumi ini. bagaimana rasul mendidik mereka sehingga mampu menjadi generasi terbaik?

Senin, 25 Juni 2018

Apakah Anda Seorang ‘Up Copier‘ atau ‘Creator’ ?

Istilah kreatif mungkin tidak asing di telinga kita, begitu juga dengan istilah copy. tapi tahukah Anda apa itu Up Copy?

Bagi sebagian orang tahu mendengar kata meniru. Padahal meniru tidak selalu jelek. Kecuali meniru hal-hal yang jelek. Peniruan di level yang lebih baik disebut sebagai ‘up copy’. Mari kita pelajari lebih lanjut penjelasan dari Penemu STIFIn, Pak Farid Poniman.

Ada beberapa hal yang membuat up copy memilki unsur yang lebih baik:

Pertama, Dari Segi Waktu.
Ketika orang kreatif masih berancang-ancang menjalankan idenya, sang peniru sudah memulainya. Atau unsur lebih baiknya.

Kedua, Dari Segi Efisiensi.
Pemilik ide untuk konkritkan idenya perlu biaya lebih mahal sementara peniru dapat merealisasikan dengan biaya lebih murah. Atau lebih baiknya

Rabu, 24 Januari 2018

Bagaimana Membangun Karakter

Character means doing the right thing and doing our best work “even when no one is looking

Untukmu yang sedang gigih membangun kehidupan yang cemberlang, menata diri dan keluarga untuk saling membersamai menjalani kehidupan yang indah dan penuh tantangan.

Sahabat, setiap kesuksesan pribadi dibangun di atas dasar karakter, pertanyaannya darimana karakter berasal? karakter adalah hasil dari ratusan dan ratusan keputusan yang Anda buat yang secara bertahap, pada akhirnya keputusan mengubah siapa Anda pada saat tertentu ke dalam diri Anda yang Anda inginkan. Jika proses pengambilan keputusan itu tidak ada, Anda tetap akan menjadi seseorang-Anda akan tetap hidup-tapi Anda mungkin memiliki kepribadian dan bukan karakter, dan bagi saya itu adalah sesuatu yang sangat berbeda.

Banyak anggapan di tengah-tengah masyarakat, bahwa karakter adalah sesuatu yang susah diubah. Biasanya mereka akan berkata, “karakternya sudah begitu, susah diubah. Dari dulu kebiasaannya tidak pernah berubah”. Benarkah demikian?

Kamis, 18 Januari 2018

Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas (3 As)

Setiap manusia tanpa terkecuali terikat pada hukum alam. Tidak peduli, apakah dia seseorang yang percaya pada Tuhan ataupun tidak. Sebagai contoh, setiap manusia pasti terikat hukum gravitasi bumi. Ketika melompat, dia pasti akan jatuh kembali ke bumi. Hukum alam ini bersifat pasti dan teratur serta tidak akan menyimpang sedikit pun. Ia merupakan bentuk kepastuan Tuhan untuk setiap makhluk, sekaligus sistem yang merupakan wujud dari Kemahaadilan-Nya.

     Baca juga: Hukum Kekekalan Energi.

Jika badan kita kurang gerak maka badan kita akan merusak dengan sendirinya. Bergerak dan berkeringat memang diperlukan oleh tubuh. Berdasarkan beberapa jurnal yang saya baca, ternyata peningkatan latihan fisik akan menyebabkan penurunan terhadap risiko penyakit jantung. Di samping itu, latihan fisik secara teratur dan terprogram juga dapat meningkatkan konsumsi oksigen maksimum (VO2Maks). Tentu durasinya harus diperhatikan, agar tidak terlalu overdosis sehingga membawa dampak negatif bagi tubuh.


Setiap pagi, ketika berangkat ke masjid, sekitar pukul 04.00. ada pemandangan menarik, tetangga-tetanga kami (mayoritas orang cina) selalu lari pagi. Tentu kita sebagai muslim, melakukan olahraga setelah sholat, membaca al-Qur’an dan  membaca dzikir pagi.

Banting tulang bekerja mencari nafkah adalah kewajiban. Setiap rupiah datang dari tetesan keringat kita. Makin banyak tetesan keringat makin banyak penghasilan kita. No pain no gain. Itulah kerja keras.

Selasa, 22 Agustus 2017

Daya Tarik Seorang Mukmin

Tertariknya bangsa Arab jahiliyyah kepada Islam adalah takkala mereka melihat Al Qur'an yang berjalan pada Rasulullah Muhammad shalaullohhu 'alaihi Wassalam.

Akhlaq yang agung terpancar dari Al Qur'an yang diterapkan Rasulullah Muhammad shalaullohhu 'alaihi Wassalam dalam kesehariannya.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِين رَءُوفٌ رَحِيمٌ (128)

"Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keamanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin". (QS At-Taubah: 128)

Maka fokuslah kaum muslimin mendidik dirinya, mewarnai dirinya sehingga menjadi ratusan, ribuan, jutaan Al Qur'an yang berjalan.

Selayaknya generasi Al Qur'an yang menerapkan Al Qur'an dalam hidupnya, membentuk dirinya membangun keluarga dengan Al Qur'an pastilah menjadi dambaan masyarakat jahiliyyah modern.

Keindahan keluarga Al Qur'an, masyarakat Al Qur'an menjadi daya tarik dan magnet di tengah jauhnya manusia dari nilai fithrahnya Islam.

Maka Rasulullah Muhammad saw dan para sahabat yang merasakan nikmat Islam yang luar biasa dalam kehidupan mereka perhatian penuh menyampaikan dan menyebarkan Islam kepada manusia.
Mulai dari keluarga, sahabat mereka, tetangga, dan setiap pendatang dari luar kota.

Rabu, 05 Juli 2017

Personal Security #3 Perkuat Diri Anda

"Jangan salahkan Tuhan untuk sesuatu yang bisa kita ubah"

Sahabat, setelah kita memahami pelindung pertama sandarkan diri pada Tuhan, pelindung kedua hadirkan pasangan Anda, sekarang kita memasuki pelindung ketiga yaitu diri Anda sendiri. Pada akhirnya, ketika segala sesuatu berjalan tidak sesuai rencana, ketika kegagalan datang bertubi-tubi, ketika langit runtuh di atas kepala dan bumi robek di bawah kaki, Andalah yang harus menghadapinya. Bukan pasangan Anda dan bukan pula Tuhan. Sebab, “...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” Q.S. Ar-Ra’d (13) ayat 11)

Rabu, 26 April 2017

Bekal Sukses

"Jangan suka membuat batasan ketika memulai sesuatu, ketika kita sudah mulai, kita tahu batasan kita dan ternyata potensi yang kita miliki lebih dahsyat dari yang kita perkirakan" Rio Saputra