Pernahkah seseorang merasa bahwa dosa-dosanya sudah terlalu banyak untuk diampuni? Ia ingin berubah, tetapi masa lalunya terus menghantui. Ia ingin mendekat kepada Allah, tetapi muncul perasaan bahwa dirinya sudah terlalu jauh. Bahkan, mungkin ia mulai bertanya dalam hati, apakah masih ada kesempatan baginya untuk kembali?
Ada perbedaan besar antara dua pernyataan: Saya telah melakukan kesalahan dan Saya sudah tidak pantas lagi menjadi orang baik.
Pernyataan pertama mengakui kenyataan. Pernyataan kedua seolah-olah menjatuhkan vonis terhadap seluruh masa depan.
Sayangnya, tidak sedikit orang yang terjebak dalam perasaan semacam itu. Mereka bukan hanya terbebani oleh kesalahan yang pernah dilakukan, tetapi juga kehilangan keyakinan bahwa hidupnya masih bisa diperbaiki.
Padahal, ada satu ayat Al-Qur'an yang memberikan jawaban sangat kuat terhadap kegelisahan tersebut.





