| Lingkaran pertemanan yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan keridaan Allah QS Al-Kahf 28 |
Pernah ada satu masa ketika seseorang merasa hidupnya baik-baik saja. Ia masih shalat, masih mengingat Allah, dan masih memiliki keinginan tulus untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Tetapi perlahan, ada sesuatu yang berubah.
Bukan karena ia tiba-tiba membenci agamanya. Bukan pula karena ia sengaja berniat menjauh dari Allah. Ia hanya mulai lebih sering berada di lingkungan yang berbeda.
Obrolannya mulai bergeser. Dulu, ia merasa tenang ketika berbincang tentang ilmu, kehangatan keluarga, kekhusyukan ibadah, dan ikhtiar memperbaiki diri. Sekarang, topik pembicaraan lebih sering berputar pada siapa yang penghasilannya paling fantastis, siapa yang rumahnya paling megah, siapa yang kariernya melesat paling cepat, siapa yang gaya liburannya paling mewah, dan siapa yang paling banyak menuai sorotan.
Awalnya tidak ada yang terasa salah. Semuanya tampak wajar dan lumrah.
Sampai pada suatu hari, ia menyadari sebuah pergeseran dalam batinnya: ia mulai gemar membandingkan hidupnya dengan pencapaian orang lain.
Apa yang dulu terasa cukup, kini terasa kurang. Apa yang dulu disyukuri dengan tulus, kini dipandang biasa saja. Dan apa yang dulu paling ia takuti, kehilangan kedekatan dengan Allah, perlahan justru tidak lagi terasa mencemaskan.
Begitulah cara hati berubah. Sering kali bukan terjadi dalam satu malam, melainkan tergerus sedikit demi sedikit: melalui apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan terutama melalui siapa yang senantiasa hadir mengisi hari-hari kita.