Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah unggahan di Threads.
Seorang perempuan bercerita tentang masa berat yang sedang ia alami. Ia kemudian menemui seorang psikolog. Dari cerita yang ia bagikan, ada sesuatu yang menarik perhatian saya.
Setelah datang membawa persoalan hidup yang begitu kompleks, saran yang ia terima terdengar sangat sederhana:
Journaling.
Mengatur cara bernapas.
Komunikasi.
Saya tidak mengetahui keseluruhan konteks konsultasinya. Saya juga tidak tahu apa yang sebenarnya dibicarakan dalam ruang terapi, bagaimana psikolog tersebut melakukan asesmen, atau apakah ada intervensi lain yang tidak diceritakan dalam unggahan itu.
Karena itu, tulisan ini bukan untuk menilai psikolog tersebut.
Justru unggahan itu membuat saya memikirkan pertanyaan yang berbeda:
Mengapa ketika masalah kita terasa sangat berat, kita sering mengharapkan solusi yang juga terdengar rumit?


