Ada satu kalimat di layar besar pada saat pembicara publik berbicara tentang keahlian yang membuat saya berhenti cukup lama:
“40% of IT staff will be versatilists, holding multiple roles, most of which will be business rather than technology-related.”
Prediksi Gartner itu disampaikan pada 2017 untuk menggambarkan perubahan yang mereka perkirakan terjadi menjelang 2021. Istilah yang digunakan bukan sekadar specialist, melainkan IT staff: empat dari sepuluh diprediksi bergerak menjadi versatilist, orang yang memiliki kemampuan untuk menjalankan beberapa peran dan menghubungkan kompetensi teknis dengan kebutuhan bisnis.
Angka 40 persen mungkin sudah terasa seperti statistik lama.
Tetapi gagasan di belakangnya justru terasa semakin dekat dengan kehidupan kita hari ini.
Apalagi ketika AI mulai mengambil alih sebagian pekerjaan yang dahulu hanya dapat dilakukan oleh orang dengan keahlian teknis tertentu.
Lalu saya bertanya:
Apakah menjadi ahli dalam satu bidang masih cukup untuk menghadapi masa depan?
Jawabannya mungkin bukan meninggalkan keahlian.
Justru kita perlu menjadi ahli, tetapi tidak berhenti menjadi pembelajar.

