Tampilkan postingan dengan label LEADERSHIP & IMPACT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEADERSHIP & IMPACT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 September 2026

Jadilah Teladan yang Kita Butuhkan: Makna Keteladanan dalam Kepemimpinan

 

 Ada satu kalimat pendek yang beberapa waktu lalu menarik perhatian saya:

“Be the role model that you need.”

Jadilah teladan yang kita butuhkan.

Kalimatnya sederhana. Tetapi semakin direnungkan, semakin terasa bahwa ia sedang membalik sebuah kebiasaan yang sangat manusiawi: kita sering menunggu orang lain menjadi seperti yang kita harapkan.

Kita berharap memiliki pemimpin yang lebih jujur.

Kita ingin bekerja dengan orang-orang yang lebih disiplin.

Kita berharap berada di tengah lingkungan yang lebih menghargai waktu, lebih bertanggung jawab, lebih peduli, lebih terbuka terhadap kritik, dan lebih konsisten antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan.

Harapan-harapan itu tentu tidak salah.

Namun ada pertanyaan yang jauh lebih dekat dan mungkin lebih sulit dijawab:

Bagaimana jika perubahan yang kita tunggu dari orang lain justru perlu dimulai dari diri kita sendiri?

Senin, 25 Mei 2026

Pemimpin yang Ditakuti atau Pemimpin yang Dikenang?

Hampir semua orang pernah merasakan berada di bawah kepemimpinan yang membuat hari terasa berat. Datang bekerja dengan rasa cemas, berbicara hati-hati, takut salah, dan merasa tidak pernah cukup baik. Tanpa sadar, suasana seperti itu sering kali bukan disebabkan oleh pekerjaan itu sendiri, melainkan oleh cara seseorang memimpin.

Kamis, 01 Januari 2026

Mengapa Pemimpin Hebat Selalu Menjaga Kesehatan Mental Sebelum Mengejar Target?


 Refleksi penting buat pemimpin, pengusaha, dan siapa pun yang ingin berkembang secara berkelanjutan.

Dalam dunia kepemimpinan dan kewirausahaan, yang sering jadi sorotan bukan strategi atau angka penjualan,  melainkan beban mental yang tak terlihat yang harus ditanggung para pemimpin. Ternyata, kemampuan seseorang dalam mengelola kesehatan mentalnya langsung memengaruhi semua keputusan penting yang ia buat sehari-hari.

Rabu, 18 November 2020

Tiga Kunci Rahasia Muhammadiyah Sebagai Organisasi Islam Terkaya di Dunia

Ketika pertama kali mendengar kata Muhammadiyah, apa yang tergambar dalam pikiran kita? Sebagian orang akan menjawab, Muhammadiyah itu yang memulai puasa dan lebaran berbeda dengan pemerintah. Muhammadiyah itu yang sholat tarawihnya 11 rakaat. Muhammadiyah itu yang sholat subuhnya tidak pakai qunut. Muhammadiyah itu tidak tahlilan. Masih banyak sekali tanggapan masyarakat tentang Muhammadiyah.

Refleksi Milad Muhammadiyah yang ke-108 ini, saya mencoba menceritakan Muhammadiyah dalam perspektif yang berbeda dari anggapan masyarakat umum. Muhammadiyah tidak hanya fokus kepada ibadah-ibadah yang sering kali dianggap ritual semata. Tapi, Muhammadiyah menjadi Organisasi Islam Terkaya di Dunia karena amal nyata untuk umat islam dan umat manusia. 

Muhammadiyah memiliki 14 macam jenis amal usaha yang diwujudkan oleh Muhammadiyah, jika diklasifikasikan terdiri dari beberapa bidang garapan. Bidang agama Islam, bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, bidang politik kenegaraan, bidang ekonomi dan keuangan.

Sepengetahuan saya, Muhammadiyah adalah organisasi islam memiliki amal usaha yang paling banyak artinya terkaya di dunia. Karena semua pengelolaannya terpusat oleh Pimpinan Pusat atas nama umat dan digunakan untuk kepentingan umat. ini sebuah nilai lebih tersendiri yang membuat Muhamamdiyah berbeda dari organisasi kebanyakan. 

Jika kita telisik lebih jauh, banyak kehadiran organisasi/yayaysan itu dimiliki oleh seorang tokoh yang dikagumi oleh masyarakat sekitarnya. Pengeloalaannya tentu dikelola oleh keluarga, harta kekayaannya juga dimiliki oleh tokoh tersebut. Tapi Muhammadiyah unik sekali, semua amal usaha yang dijalankan adalah milik persyarikatan.

Saya masih ingat pidato Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. saat wisuda S2 SPs UHAMKA di Jakarta Convention Center (JCC) beberapa tahun silam. Muhammadiyah hadir bukan hanya untuk menceraskan, mencerahkan, dan memajukan kualitas umat islam. Tapi, Muhammadiyah hadir untuk umat manusia. Karena ada Kampus Muhammadiyah di daerah timur Indonesia, mayoritas mahasiswanya di luar islam. Ini bukti, Muhammadiyah hadir untuk umat manusia (semesta).

Baca juga: Kesiapan Lulusan UHAMKA Menghadapi Era Distrupsi Revolusi Industri 4.0

Apa saja yang telah dilakukan Muhammadiyah selama ini untuk Indonesia?

Muhammadiyah telah memiliki:

-          635 Panti Asuhan, Panti Jompo, dan Panti Khusus.

-          457 Rumah sakit dan Klinik

-          762 Bank Kredit Rakyat Syariah

-          102 Pesentren

-          13.000 Masjid, Mushola

-          19.951 Sekolah

-          176 Perguruan Tinggi

Sumber : Berdasarkan Laporan Kerja Muktamar ke-47 Muhammadiyah

Apa Rahasia yang menjadi Muhammadiyah memiliki banyak sekali amal usaha? Menurut hemat saya, ada tiga faktor kunci yang menjadikan Muhamamdiyah terus tumbuh dan berkontribusi untuk umat dan manusia.

Sabtu, 26 Oktober 2019

Apa yang Harus Kita Lakukan?


Mengurusi urusan orang banyak tentu bukan perkara yang mudah, tapi bukan hal yang rumit jika kita tahu caranya. Apalagi orang-orang itu berada dalam sebuah organisasi yang besar.

Saya sering mendapatkan pertanyaan dari tim, bagaimana cara kita menggerakkan orang untuk melaksanakan penjaminan mutu di masing-masing unit? Kita harus mulai dari mana? Pelatihan sudah sering kita berikan, tapi belum ada hasilnya.

Rabu, 10 Juli 2019

Pemimpin

Seorang pemimpin―apa pun bidang kepemimpinannya, baik politik maupun sosial, bahkan keagamaan―dituntut untuk memperhatikan kondisi yang dipimpinnya, bahkan berusaha untuk memenuhi keinginan mereka.

Demikian secara umum orang berkata. Tetapi, itu tidak selalu demikian karena yang dituntut dari pemimpin sebelum memenuhi keinginan itu adalah mengetahui kondisi mereka lalu memilihkan apa yang terbaik buat mereka.

Memang, boleh jadi pada mulanya apa yang dipilihkan oleh sang pemimpin itu tidak disambut oleh masyarakatnya, tetapi ia harus berusaha dan di sinilah salah satu fungsi kepemimpinan, yaitu memengaruhi yang dipimpin menuju yang terbaik.

Selasa, 05 Maret 2019

Apa yang Bisa Mempersatukan Kita?

Berbagai tanggapan dan alasan yang dikemukakan oleh para pendukung calon presiden menyatakan, “Alasan memilih si A adalah karena ia bisa mempersatukan, ia bisa diterima untuk semua kalangan”. Semua tenaga, pikiran, sumber daya dikerahkan untuk membuat persepsi masyarakat untuk menerimanya sebagai tokoh yang merakyat dan dekat dengan rakyat.

Kita tidak bisa meraih hati semua manusia dengan semua harta yang kita miliki. Berapa banyak yang akan kita habiskan untuk membeli hati manusia? Tidak akan ada yang sanggup untuk membeli hati manusia. Hati mereka terlalu mahal untuk dibeli demi kepentingan sesaat. Dan itu adalah sebuah penghinaan terhadap kemanusiaan.

Akhlaklah yang bisa menarik manusia untuk mencintai sesama mereka. Ingatlah, sebaik apa pun tujuan yang ingin kita tempuh, jika prosesnya salah dan menghalalkan segala cara kita akan tetap gagal. Mengapa? Karena kita menggadaikan akhlak sebagai hamba Allah yang diamanahkan untuk mengelola bumi dan mengabdikan diri (hidup dan mati) untuk-Nya.

Tulisan ini berusaha untuk memberikan sumbang saran  terkait pandangan mendasar yang bisa mempersatukan kita. Sebagian banyak orang menyatakan bahwa  yang mempersatukan kita adalah manusia. Sehebat apapun manusia, ia tetaplah manusia yang memiliki keterbatasan waktu untuk hidup di pentas dunia.

Salah satu tugas pemimpin adalah meletakkan pondasi agar persatuan sebuah masyarakat terus berlangsung agar pembangunan sumber daya manusia dan alam bisa berkelanjutan.

Kamis, 12 April 2018

Kebijakan Pemimpin Bangsa


Sahabat, adakah diantara kita yang bercita-cita menjadi seorang pemimpin? Tentu pemimpin-pemimpin dunia mengasa jiwa kepemimpinannya tidak dalam satu malam. Jika berbicara pemimpin, tidak selalu identik dengan pimpinan. Karena banyak orang yang mendapatkan jabatan sebagai pimpinan suatu perusahaan,  pemerintahan, tetapi mereka tidak benar-benar memimpin.


Mungkinkan ada rakyat yang tidak mencintai pemimpinnya? Atau pemimpin yang tidak mencintai rakyatnya?

Ada suatu uangkapan yang belum lepas dari ingatakan saya beberapa tahun yang lalu. Kalimat ini diucapkan oleh Ridwansyah Yusuf Achmad, seorang mahasiswa dan aktivis dakwah dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ketika kami bertemu di Ambon.
“Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnya, akan tetapi Anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya.”
Ada cerita yang tercecer dalam perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke kota Yatsrib yang kemudian dikenal dengan al-Madinah al-Munawarah.

Nabi Muhammad shalaullahhu ‘alaihi wassalam yang dalam perjalanan itu didampingi oleh tiga orang, yaitu  Abu Bakr as-Shiddiq radhiallahhu ‘anhu, seorang hamba sahaya milik Abu Bakr radhiallahhu ‘anhu yang bernama Amir bin Fuhairah, dan seorang penunjuk jalan non muslim yang bernama Abdullah bin Uraiqit, bermaksud membeli bahan makanan di sebuah kedai milik seorang wanita tua bernama Ummu Ma`bad.

Rabu, 05 Juli 2017

Pemimpin itu Melayani

“Barang siapa yang merendahkan dirinya karena Allah maka Allah akan mengangkat derajatnya” (al-hadits)

Selama pulang kampung di kuningan tentu berbagai latar belakang pengalaman, pendidikan, tingkat ekonomi, umur, membuat kita bisa belajar. Tidak ada yang Allah ciptakan melainkan pasti mengandung hikmah dan pelajaran.

Mungkin banyak diantara kami (khususnya generasi Y) Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instan messaging dan media sosial seperti facebook dan twitter. Mereka juga suka main game online. Sangat berbeda dengan generasi x. Mereka mungkin mapan secara pendidikan dan kekayaan tetapi lemah dalam hal teknis.

Jumat, 16 Desember 2016

Al-Qur'an Membawa Kebenaran dan Keadilan

Ada pendapat yang mengatakan salah satu intisari dari ajaran islam adalah keadilan. Siapa pun yang masuk ke dalam agama ini (Islam) akan diperlakukan adil. Hal itu banyak dicontohkan pada zaman Nabi  dan para sahabat, walupun ia adalah orang-orang terdekat Rosululloh Sholaullohhu “alaihiwassalam.

Pagi ini ada ayat yang saya baca berkaitan dengan perintah berlaku adil dalam Al-Qur’an “Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat, (Q.S. An-Nisa’(4): 105)

Kamis, 25 Agustus 2016

Apa Perbedaan Pemimpin dan Pimpinan ?

Hidup dalam dunia organisasi, berdiskusi dengan para birokrat dan pejabat. Mengamati di berbagai media. Ada satu benang merah yang saya temukan antara perbedaan  pemimpin dan pimpinan. Ya, kita tidak selalu harus menjadi pemimpin untuk menjadi pemimpin yang baik, tapi kita bisa belajar banyak seputar kepemimpinan ketika kita sedang dipimpin.

Ada orang yang mengeluhkan, kenapa ketika menjadi pejabat hidupnya penuh dengan kemudahan. Akses terhadap kesehatan, hukum, ekonomi, atau apa pun yang menjadi keinginannya selalu ada jalan pintas. Tetapi, ketika sudah berhenti menjabat semuanya mulai berubah. Apakah Anda pernah merasakan hal yang demikian?

Banyak orang mengaku bahwa dirinya adalah seorang pemimpin, padahal sebenarnya dia hanyalah seorang pimpinan. Pemimpin diangkat secara sukarela, sementara pimpinan adalah jabatan struktural. Tidak selalu Seorang pimpinan  otomatis menjadi pemimpin. Banyak seminar dan buku yang sudah saya baca, tapi pengalaman dilapangan terkandang patut juga diambil sebagai pelajaran. Ada beberapa pembeda di antara keduanya.

Kamis, 14 Juli 2016

Bahan Bakar bagi Pekerti



Apa yang membuat seseorang sering memiliki prilaku yang negatif dalam hidupnya? Jika kita menelisik salah satu faktor utamanya adalah kebodohan. Mengapa? Karena kebodohan sering kali menjadi sumber kekeruhan pikiran dan hati. Energinya terpencar keseluruh penjuruh, pikirannya buntu, hatinya membeku.

Ada pepatah yang sering kita dengar “Tong Kosong..............” ayo lanjutkan. Benar,” tong kosong nyaring bunyinya”. Orang yang bodoh cenderung banyak bicara hal-hal yang tidak bermakna. Dia menganggap dirinya selalu lebih pintar, sehingga sukar dan mudah ingkar pada kebenaran.

Saya selalu bertanya kepada diri sendiri, Anda pun bisa melakukannya, dan bisa melakukan survey kecil-kecilan di sekitar Anda. Orang berilmu jika dinasehati, biasanya lebih cepat menerima kebenaran, lebih cepat instrospeksi, lebih cepat berbenah, dan tentunya mereka sangat senang menerima nasehat.

Itulah alasan kenapa orang berilmu lebih cepat menerima kebenaran dan perkembangan ilmu serta pekertinya berkembang lebih cepat dibandingkan orang yang kurang ilmunya. Semakin berilmu ia akan semakin rendah hati dan akan menjadi semakin taat pada kebenaran.

Jangan lupa mengisi bahan bakar ya.

Jakarta, 8 Syawal 1437 H

Rabu, 22 Juni 2016

Mengasah Jiwa Kepemimpinan



Konon, dahulu kala, hiduplah seorang raja atas sebuah wilayah yang cukup luas. Ia memimpin kerajaannya dengan bijak. Itulah sebabnya, baginda sangat dicintai rakyatnya. Namun, diusianya yang terbilang senja, sang raja mulai merasakan kegelisahan yang mendalam. Ia ingin segera lengser dari tahta kerajaan. Di sisi lain, ia masih belum menemukan ketepatan waktu untuk mengangkat putra mahkota menggantikan posisinya. Ia masih belum menemukan kualitas kepemimpinan yang memadai pada diri sang buah hati.

Hingga suatu petang, ia memanggil buah hati semata wayangnya, sang putra mahkota. Sang raja mengajak putranya berdialog.

“Anakku, kau tahu usia ayahmu tak lagi muda. Tak berapa lama lagi ayah tak akan menjadi raja di negeri kita ini. bagaimana pendapatmu?” kata sang raja

“betul,  ayah. Memang ayah sekarang sudah semakin tua. Ada baiknya bagi ayah untuk menikmati masa tua dengan kedamaian tanpa harus dipusingkan dengan perkara kerajaan.” Demikian putra mahkota berpendapat.

“iya anakku. Karena itu aku meminta engkau untuk mempersiapkan diri guna menggantikan diriku sebagai raja”, lanjut Sang Raja.

“Baik Ayah. Akan kulaksanakan semua permintaan ayah” Jawabnya.

“Baiklah, mulai besok, pergilah engkau ke hutan. Tinggallah di dalam hutan selama satu tahun,” sang raja memberikan perintahnya.

“Untuk apa, ayahku? Bukankah aku sudah ayah bekali dengan berbagai pengetahuan untuk menjadi raja?” segera putra mahkota bertanya.

“Semua yang telah kauperoleh belumlah cukup. Berdiamlah di hutan sana. Cermati sekelilingmu. Dan, selepas satu tahun kembalilah ke sini, ceritakan suara-suara apa saja yang kau dengar di hutan sana” jawab ayahnya

“jika demikian, baiklah. Akan kulakukan segala yang ayah titahkan padaku,” Jawab putra mahkota dengan penuh hormat.

Kamis, 21 April 2016

Wahai Orang Pintar, Belajarlah Mendengarkan Orang Lain



Menurut pengamatan saya, maaf mungkin ini bersifat subyektif  karena hanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman bertemu, belajar, dan berkeja dalam sebuah team. Orang yang pintar secara intelektual cenderung susah untuk mendengar. Inilah salah satu alasan kenapa orang pintar sulit sekali bekerja dalam sebuah team, karena mereka mereka cenderung enggan mendengar pendapat orang lain.

ini berlaku untuk semua kalangan. Apakah ia seorang pemimpin, pengusaha, kepala negara, kepala keluarga, guru, dosen, dan profesi yang berhubungan dengan orang banyak. 

Khususnya dalam dunia kerja, bisnis, dan organisasi. Salah satu diskusi saya dengan keluarga alumni Universitas Ternama di Negeri ini ia mengatakan bahwa alumni perguruan tinggi ini sulit sekali untuk bekerja dengan orang lain. Mereka secara tidak sadar dibentuk untuk mandiri dan ngotot dengan pendapatnya sendiri. 

Jumat, 01 April 2016

Enam Manfaat Meminta Pendapat



Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Pernahkah anda merasakan penyesalan setelah mengambil keputusan? Atau mungkin kita pernah dinasehati tetapi tetap tidak menerima dan ngotot dengan pendapat kita sendiri. Apa yang menyebabkan kita tidak ingin mendengar pendapat orang lain? Bisa jadi karena ego. Merasa lebih pintar, lebih hebat, lebih cerdas, dan lebih apa lagi? Lebih kaya, boleh, lebih berkuasa, lebih.....?

Bahasa kerennya meminta pendapat adalah Istisyarah. Syura Menurut Bahasa diambil dari kata syaara al ‘asal syuuran wa syayarotan wa misyaaran wa misyaratan artinya mengeluarkan madu dari tempatnya.

Sedang menurut istilah : Ar Raghib berkata,”Ia (syura) adalah mengeluarkan pendapat yang disertai pengujian oleh sebagian terhadap sebagian lainnya. Dari sini dipahami bahwa makna syura adalah menghasilkan kebenaran setelah mengenal berbagai pendapat orang lain dan menerangkan pandangan di dalamnya.”

Apa saja manfaat meminta pendapat?

Pertama, Terlindung dari penyesalan.

Kita semua tentu memiliki pengalaman terbatas pada bidang-bidang tertentu, baik dalam skala pribadi, keluarga, masyarakat, apalagi menyangkut urusan hajat orang banyak (negara). Jika dalam sebuah organisasi atau negara mengabaikan pendapat para ulama dan para ahli di bidangnya pasti di masa yang akan datang bisa mendatangkan penyesalan.

Kamis, 10 Maret 2016

Hukum Kekekalan Energi Bagi Manusia






















Apa Anda pernah mendengar Hukum Kekekalan Energi? Disekeliling kita ada banyak energi yang tidak bisa kita lihat dan pegang. Ilmu fisika menyebut sebagai sebuah kemampuan untuk melakukan kerja.


Kemarin kita menyaksikan tanda-tanda kebesaran Alloh Subhanahu Wata’ala melalui gerhana matahari. Salah satu pelajaran dari matahari dan alam semesta adalah keteraturan, keserasian, dan ketundukannya pada Sang Pencipta. Ketika masing-masing ciptaan Tunduk dan patuh kepada sang Pencipta maka di sanalah letak keamanan, kedamaian, keindahan, dan kebahagian.

Setiap manusia tanpa terkecuali terikat pada hukum alam. Tidak peduli, apakah dia seseorang yang percaya pada Tuhan ataupun tidak. Sebagai contoh, setiap manusia pasti terikat hukum gravitasi bumi. Ketika melompat, dia pasti akan jatuh kembali ke bumi. Hukum alam ini bersifat pasti dan teratur serta tidak akan menyimpang sedikit pun. Ia merupakan bentuk kepastuan Tuhan untuk setiap makhluk, sekaligus sistem yang merupakan wujud dari Kemahaadilan-Nya.

Apabila Anda mempelajari dan memahami tentang cara Kerja HKE, Anda akan menyingkap rahasia-rahasia besar yang ada di dalam kehidupan manusia.

Hukum Kekekalan Energi Bagi Manusia

Apa Anda pernah mendengar Hukum Kekekalan Energi? Disekeliling kita ada banyak energi yang tidak bisa kita lihat dan pegang. Ilmu fisika menyebut sebagai sebuah kemampuan untuk melakukan kerja.

Kemarin kita menyaksikan tanda-tanda kebesaran Alloh Subhanahu Wata’ala melalui gerhana matahari. Salah satu pelajaran dari matahari dan alam semesta adalah keteraturan, keserasian, dan ketundukannya pada Sang Pencipta. Ketika masing-masing ciptaan Tunduk dan patuh kepada sang Pencipta maka di sanalah letak keamanan, kedamaian, keindahan, dan kebahagian.

Setiap manusia tanpa terkecuali terikat pada hukum alam. Tidak peduli, apakah dia seseorang yang percaya pada Tuhan ataupun tidak. Sebagai contoh, setiap manusia pasti terikat hukum gravitasi bumi. Ketika melompat, dia pasti akan jatuh kembali ke bumi. Hukum alam ini bersifat pasti dan teratur serta tidak akan menyimpang sedikit pun. Ia merupakan bentuk kepastuan Tuhan untuk setiap makhluk, sekaligus sistem yang merupakan wujud dari Kemahaadilan-Nya.

Apabila Anda mempelajari dan memahami tentang cara Kerja HKE, Anda akan menyingkap rahasia-rahasia besar yang ada di dalam kehidupan manusia.

Senin, 07 Maret 2016

Kembangkan Bakat Yang Anda Miliki



Tidak ada manusia yang tidak memiliki potensi dan bakat dalam hidup ini. Tuhan telah menganugrahkan berbagai potensi dan karunia yang dahsyat kepada setiap manusia. Pertanyaannya, sudahkah kita mengetahui potensi yang harus kita kembangkan?

Salah satu yang saya ajarkan pada orang-orang dalam seminar-seminar saya adalah jika Anda mengatakan “Saya tidak berbakat atau saya tidak punya kelebihan dan potensi, berarti Anda Sah menghina Sang Pencipta. Kenapa? Karena tidak mungkin Tuhan menciptakan manusia tanpa potensi”

Anda mungkin pernah mendengar atau melihat orang yang tidak memiliki tangan tapi memiliki keahlian melukis dengan kakinya. Menurut Anda berapa harga sebuah lukisannya jika dijual? Sepuluh juta rupiah. Bagaimana dengan kita yang memiliki tangan?

Mulai hari ini berhentilah membesar-besarkan kelemahan dan mulailah mengembangkan kekuatan Anda. Khususnya yang saya maksud adalah kemampuan / skill Anda pada suatu bidang. Apabila kelemahan itu terletak pada sikap atau karakter maka itu wajib Anda perbaiki dan kontrol terus-menerus.

Senin, 15 Februari 2016

Superman Vs Superteam

Team Motivator UMB
Apa Anda pernah mendengar tokoh khayalan Superman? Atau Anda sering menontonnya? Tokoh itu memang hebat dalam dunia khayalan. Dengan kekuatan super powernya bisa menyelesaikan banyak masalah dan kejahatan dengan sangat luar biasa. Tapi sekali lagi itu hanya tokoh khayalan.

Bagaimana jika tokoh tersebut benar-benar ada di dunia nyata? Pasti menyenangkan. Apabila di tempat kerja atau organisasi ada orang seperti Superman pasti banyak yang senang. Mengapa? Karena banyak tantangan yang akan selesai, banyak pekerjaan akan tuntas, target yang menantang tercapai. Tetapi ternyata, sehebat-hebatnya Superman, ia bisa dikalahkan oleh superteam (tim yang solid dan kuat).

Senin, 21 Desember 2015

Every Leader is A Reader



Zaki Sedang Membaca Buku "Setiap Orang Berhak Sukses"
Ada satu kebiasaan yang sangat membentuk karakter dan keperibadian saya hingga saat ini yaitu saat saya masuk kuliah saya memutuskan untuk membiasakan membaca. Kebiasaan ini ternyata menjadi salah satu hal yang paling menakjubkan dan bernilai bagi hidup saya: paling tidak membaca 45 Menit sehari. Itu minimal. Bagaimana dengan Anda?

 Apa yang harus kita baca? Saya pribadi  membuka bacaan saya di pagi dan malam hari dengan membaca kitab suci Al-Qur’an dan Mentadabburinya. Di sela-selanya saya membaca buku-buku yang bergizi untuk pikiran dan hati. 

Buku-buku pengembangan diri, membuat seseorang berani mengambil alih kehidupan, membuat keputusan, kisah, sejarah orang-orang hebat di dunia, menemukan potensi dirinya, mengenal Sang Penciptanya, sehingga saya atau siapapun selalu berkomitmen untuk mengingkatkan kualitas hidupnya.

Salah satu guru saya, mengatakan bahwa perintah yang pertama kali Alloh swt turunkan adalah membaca. (Q.S. Al-‘alaq: 1-5). Jadi siapapun yang meninggalkan kebiasaan membaca (baik buku maupun fenomena alam) maka ia akan tertinggal. Membacalah karena dan atas nama Tuhan yang menciptakan, bukan karena guru, dosen, mencari penghargaan, tepuk tangan, atau pujian dari manusia. 

Sejak saya memutuskan untuk memiliki kebiasaan yang dahsyat ini dan meyakini membaca adalah sesuatu yang penting bukan hanya bagi pekerjaan tapi bagi hidup kita secara keseluruhan maka hidup saya berubah bagai bumi dan langit.