Ada satu bentuk kelelahan yang sering tidak terlihat oleh orang lain.
Bukan kelelahan karena pekerjaan yang berat. Bukan pula karena perjalanan yang panjang. Tetapi kelelahan karena terlalu ingin seseorang berubah.
Kita mungkin pernah berada pada posisi itu.
Ada seseorang yang kita sayangi. Seseorang yang ingin kita lihat lebih dekat dengan Allah. Seseorang yang sebenarnya kita tahu memiliki potensi menjadi lebih baik, tetapi perjalanan hidupnya masih membawa ia ke arah yang berbeda dengan harapan kita.
Kita sudah mencoba berbicara dengan lembut. Kita sudah memberikan nasihat dengan penuh perhatian. Kita sudah berusaha menunjukkan contoh melalui sikap dan tindakan.
Namun ketika perubahan yang kita harapkan belum juga datang, perlahan muncul pertanyaan dalam hati:
Apakah saya kurang berusaha?
Apakah cara saya salah?
Apakah saya gagal membimbingnya?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat manusiawi.
Sebab ketika kita mencintai seseorang, kita tidak hanya ingin berada dekat dengannya. Kita juga ingin melihat kebaikan tumbuh dalam dirinya. Kita ingin melihat hidupnya menjadi lebih baik, hatinya lebih tenang, dan langkahnya lebih dekat kepada Allah.
Namun di sinilah Al-Qur’an memberikan sebuah pelajaran yang sangat dalam tentang cinta, usaha, dan batas kemampuan manusia.









