Ada sesuatu yang sejak lama mengusik pikiran saya ketika memperhatikan kehidupan manusia. Mengapa orang-orang yang hidup dalam masyarakat yang sama bisa memiliki pencapaian yang begitu berbeda? Mengapa ada orang yang mampu melihat peluang ketika orang lain hanya melihat kesulitan? Mengapa sebagian orang terus berkembang, sementara sebagian lainnya seolah berjalan di tempat?
Pertanyaan-pertanyaan itu membawa saya pada sebuah pemikiran sederhana: barangkali ada dua ketimpangan yang sering luput dari perhatian kita, yaitu ketimpangan pengetahuan dan ketimpangan keberanian.
Kita terbiasa membicarakan ketimpangan ekonomi, pendidikan, teknologi, dan kesempatan. Kita melihat ada orang yang kaya dan miskin, berpendidikan tinggi dan rendah, memiliki akses luas dan terbatas.
Namun, di balik perbedaan tersebut, saya melihat persoalan lain yang tidak kalah penting. Tidak semua orang mengetahui hal yang sama. Dan bahkan ketika mereka mengetahui sesuatu, tidak semua orang memiliki keberanian yang sama untuk menjadikannya tindakan nyata.
Saya tidak sedang mengatakan bahwa pengetahuan dan keberanian merupakan satu-satunya penentu keberhasilan. Kehidupan tentu jauh lebih kompleks. Ada pengaruh keluarga, lingkungan, kesempatan, modal, kekuasaan, bahkan keberuntungan.
Tetapi semakin saya merenungkannya, semakin saya merasa bahwa dua hal ini layak mendapat perhatian lebih serius.
