Tampilkan postingan dengan label CAREER & BUSINESS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CAREER & BUSINESS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2026

Tes Minat Bakat vs Trial and Error: Mana yang Lebih Efektif Menentukan Karier?





“Sebenarnya saya cocok menjadi apa?”

Pertanyaan ini terdengar sederhana.

Tetapi bagi seorang pelajar yang sedang memilih jurusan, mahasiswa yang mulai memikirkan karier, atau bahkan seseorang yang sudah bekerja tetapi merasa berada di tempat yang salah, pertanyaan tersebut bisa menjadi sangat membingungkan.

Kita ingin memilih dengan benar.

Kalau bisa, sejak awal.

Kita tidak ingin menghabiskan empat tahun kuliah di jurusan yang ternyata tidak disukai. Tidak ingin bekerja bertahun-tahun sebelum menyadari bahwa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan diri kita. Tidak ingin terlalu banyak mengambil jalan memutar.

Karena itulah tes minat bakat terasa menarik.

Kita menjawab sejumlah pertanyaan, mengerjakan beberapa bagian tes, lalu memperoleh gambaran mengenai minat, kecenderungan, kemampuan, atau bidang yang mungkin cocok.

Seolah-olah setelah sekian lama tersesat, seseorang akhirnya memberikan kompas.

Tetapi kemudian muncul pertanyaan lain.

Bisakah sebuah tes benar-benar memberi tahu kita siapa diri kita dan jalan hidup seperti apa yang seharusnya kita pilih?

Atau justru kita baru benar-benar mengenal diri setelah mencoba, gagal, berpindah arah, bertemu banyak orang, dan mengalami sendiri dunia yang sebelumnya hanya kita bayangkan?

Di sinilah tes minat bakat bertemu dengan sesuatu yang jauh lebih berantakan tetapi sangat manusiawi:

trial and error.

Kamis, 24 September 2026

Grit: Ketika Bakat Membuka Pintu, Ketekunan Membawa Kita Sampai Tujuan



Ada orang yang sangat berbakat, tetapi berhenti di tengah jalan.

Ada pula orang yang pada awalnya tampak biasa-biasa saja, tetapi bertahun-tahun kemudian justru melangkah jauh lebih depan.

Apa yang membedakan keduanya?

Kita mungkin tergoda menjawab: kecerdasan. Bakat. Kesempatan. Latar belakang.

Namun, pengalaman Angela Duckworth ketika menjadi guru justru membawanya pada pertanyaan yang berbeda.

Sebelum dikenal sebagai psikolog yang meneliti grit, Duckworth pernah bekerja sebagai konsultan manajemen. Ia kemudian beralih menjadi guru matematika kelas tujuh di sekolah negeri. Di ruang kelas itulah ia melihat sesuatu yang mengusiknya: siswa yang paling cepat memahami pelajaran tidak selalu menjadi siswa yang memperoleh hasil terbaik. Sebaliknya, beberapa siswa yang tidak tampak paling menonjol justru mampu berkembang ketika terus belajar dan berusaha.

Pengamatan sederhana itu kemudian berkembang menjadi pertanyaan penelitian yang jauh lebih besar:

Siapa yang akan berhasil dalam perjalanan panjang, dan mengapa?

Rabu, 16 September 2026

Menjadi Versatilist: Mengapa Keahlian Saja Tidak Lagi Cukup di Era AI

 Menjadi Versatilist: Mengapa Keahlian Saja Tidak Lagi Cukup di Era AI

Ada satu kalimat di layar besar pada saat pembicara publik berbicara tentang keahlian yang membuat saya berhenti cukup lama:

“40% of IT staff will be versatilists, holding multiple roles, most of which will be business rather than technology-related.”

Prediksi Gartner itu disampaikan pada 2017 untuk menggambarkan perubahan yang mereka perkirakan terjadi menjelang 2021. Istilah yang digunakan bukan sekadar specialist, melainkan IT staff: empat dari sepuluh diprediksi bergerak menjadi versatilist, orang yang memiliki kemampuan untuk menjalankan beberapa peran dan menghubungkan kompetensi teknis dengan kebutuhan bisnis.

Angka 40 persen mungkin sudah terasa seperti statistik lama.

Tetapi gagasan di belakangnya justru terasa semakin dekat dengan kehidupan kita hari ini.

Apalagi ketika AI mulai mengambil alih sebagian pekerjaan yang dahulu hanya dapat dilakukan oleh orang dengan keahlian teknis tertentu.

Lalu saya bertanya:

Apakah menjadi ahli dalam satu bidang masih cukup untuk menghadapi masa depan?

Jawabannya mungkin bukan meninggalkan keahlian.

Justru kita perlu menjadi ahli, tetapi tidak berhenti menjadi pembelajar.

Senin, 23 Agustus 2021

Tes Minat Bakat di Bengkulu | Psikolog Ceria


Kamu punya cita-cita dan aspirasi yang kuat akan masa depanmu, tetapi bingung dan nggak yakin bagaimana caranya mencapai cita-cita tersebut.

Bingung mau meneruskan pendidikan dimana? 

Semua mengatakan yang terbaik dan prospek yang menjanjikan. Namun, jurusan manakah yang paling sesuai dengan kemampuan, minat dan bakat saya?

Hasil penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN) menunjukkan sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia mengakui jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minatnya. Survei pada 2017 itu juga menemukan ‘salah jurusan’ bisa berdampak pada studi.

Tes bakat minat merupakan rangkaian tes dan analisis yang menggambarkan kemampuan kognitif, karakteristik minat serta kepribadian siswa terhadap suatu bidang atau jurusan tertentu.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui pilihan bidang studi atau jurusan bagi siswa SMP yang akan melanjutkan pendidikannya ke SMA/sederajat, maupun siswa SMA yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, sesuai dengan minat dan potensi yang dimilikinya.

Salah memilih jurusan dapat menimbulkan masalah dalam proses belajar nantinya. Bahkan dapat menimbulkan penyesalan karena memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan tes Bakat dan Minat untuk membantu dalam mengenali diri dan mengurangi potensi untuk salah mengambil jurusan.

Salah memilih jurusan dapat menimbulkan masalah dalam proses belajar nantinya. Bahkan dapat menimbulkan penyesalan karena memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan tes Bakat dan Minat untuk membantu dalam mengenali diri dan mengurangi potensi untuk salah mengambil jurusan.

Salah jurusan itu nggak enak!

Psikologi Ceria membantu kamu untuk bisa merancang masa depan-mu sendiri. Menyadari alasan setiap pilihan dan langkah yang diambil dalam usaha meraih cita-cita diharapkan membuat kamu lebih yakin dan termotivasi untuk mengejar masa depanmu.

Yuk cari tahu minat, bakat, dan passionmu SEKARANG, dapatkan rekomendasi jurusan kuliah, karier, dan profesi yang kamu banget.

Segera ikutan tes Minat Bakat di Psikologi Ceria. Selain mendapatkan laporan psikologis formal individual, kamu juga bisa konseling tentang minat bakatmu, rekomendasi jurusan kuliah, langsung bersama psikolog sampai terjawab semua pertanyaanmu.

Alamat : Psikologi Ceria

Jl. Bumi Ayu Raya No.5, RT.006/RW.005, Bumiayu, Kec. Selebar, Kota Bengkulu, Bengkulu 38212

Informasi dan Pendaftaran

Segera Hubungi: 0853-8484-7854, 081274956264

Info : Jenis Layanan dan Tim Psikologi Ceria

 

Senin, 09 November 2020

Apa yang harus dilakukan Ketika Bekerja atau Berbisnis tidak menghasilkan, sulit, dan tidak disukai?

Pernahkah Anda mengalami bekerja atau memulai bisnis yang ternyata tidak menghasilkan, sulit, dan tidak disukai?

Masalah keuangan memang menjadi persoalan banyak orang, terlebih di tengah kondisi pandemi saat ini. Lalu apa solusinya?

Apa ciri pekerjaan atau bisnis yang baik? 

Tentu kita semua berharap pekerjaan maupun Bisnis yang kita pilih adalah

 1. Menghasilkan, 

2. Mudah dan 

3. Kita Sukai.

Jika ternyata kenyataannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, sikap apa yang harus kita ambil?

Ini yang akan kita bahas dalam video kali ini. 


Ketika seseorang berprilaku positif seperti di atas maka KESEMPATAN MAJU lebih Besar di banding bila kita berperilaku sebaliknya. Apa saja 8 prilaku positif tersebut? Tonton video di atas ya.

Tes saja jadi orang NEGATIF, tidak bisa dipercaya, Lemas, Loyo, Lunglai, hitung-hitungan dalam bekerja, kerja ala kadarnya bahkan sering kabur, berperilaku menjengkelkan bahkan merusak, terus Pasif luar biasa, tidak mau mengambil inisiatif bertanya, tidak mau belajar lagi, tidak peduli terhadap peluang yang ada dan takut bertindak.

Kira-kira hasilnya seperti apa ya? Bisa ditebak? Susah Maju lah.

Video ini merupakan sebagian rekaman perkuliahan entrepreneurship mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bersama Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Follow juga akun fb dan ig | @riosaputra.rsp

Rabu, 03 Januari 2018

Aset Paling Berharga

Apakah aset perusahaan yang paling berharga? Menurut Harvard Busniss School, aset perusahaan yang paling berharga adalah reputasinya. Aset perusahaan yang paling berharga  adalah apa yang dikatakan orang-orang tentang perusahaan itu, serta produk dan jasanya, kepada pelanggan lain dan pelanggan potensial.

Karena teknologi, informasi, dan selera pelanggan berubah dengan cepat, produk, dan jasa berubah lebih cepat daripada sebelumnya. Namun, reputasi tidak berubah. Bayangkan perusahaan Apple dan google. Reputasi mereka sangat baik sehingga mereka menjadi perusahaan terkemuka dalam produk dan jasa yang mereka tawarkan.

Jadi, apakah aset Anda yang paling berharga? Aset Anda yang paling berharga adalah reputasi Anda. Yaitu apa yang dipikirkan dan dikatakan orang lain tentang Anda ketika Anda tidak ada. Kata-kata yang digunakan orang untuk menggambarkan Anda dan terutama seberapa baik Anda melakukan pekerjaan Anda.
Kapan mulai membangun reputasi Anda?

Rabu, 05 Juli 2017

Personal Security #3 Perkuat Diri Anda

"Jangan salahkan Tuhan untuk sesuatu yang bisa kita ubah"

Sahabat, setelah kita memahami pelindung pertama sandarkan diri pada Tuhan, pelindung kedua hadirkan pasangan Anda, sekarang kita memasuki pelindung ketiga yaitu diri Anda sendiri. Pada akhirnya, ketika segala sesuatu berjalan tidak sesuai rencana, ketika kegagalan datang bertubi-tubi, ketika langit runtuh di atas kepala dan bumi robek di bawah kaki, Andalah yang harus menghadapinya. Bukan pasangan Anda dan bukan pula Tuhan. Sebab, “...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” Q.S. Ar-Ra’d (13) ayat 11)

Senin, 24 April 2017

Personal Security #2 Hadirkan Pasangan Anda



“Bukan dari mana kamu berasal yang penting, tetapi bersama siapa kamu hidup menentukan masa depanmu” Prof. Dr. Hj. Sabarti Akhadiah MK

Bagaimana Kabarnya hari ini? Semoga liburan panjang bersama keluarganya menyenangkan. Bersilaturahim ke sanak saudara. Mungkin ada juga diantara kita yang memanfaatkan liburannya dengan belajar, bertumbuh dan menempah diri.

Beberapa minggu yang lalu kita sudah membahas personal security #1 yang harus kita miliki jika sesuatu yang tidak kita kehendaki terjadi. Mengapa? Personal security kita perlukan untuk menjadi pelindung pertahanan pertama ketika pada waktunya Anda berhadapan dengan berbagai kesulitan.

Sekarang kita akan melanjutkan personal security #2 yaitu menghadirkan pasangan. Tentunya pasangan yang berlainan jenis ya (Laki-laki dan Perempuan)😊

Pelindung kedua yang bisa menghadirkan keamanan pribadi adalah Pasangan Anda. Brittany C Solomon dan joshua J. Jackson dari Washington University melakukan sebuah penelitian yang melibatkan 4.544 pasangan menikah di Australia.

Senin, 20 Maret 2017

Personal Security Part #1 Sandarkan Pada Tuhan

Apa yang ada dalam pikiran kita ketika mendengar kata security? Ya benar keamanan. Biasanya orang membutuhkan security untuk mengamamankan sesuatu yang sangat berharga bukan? Bisa jadi  sebuah perusahaan, kantor, rumah membutuhkan security?

Lalu apa maksudnya personal security? Seperti yang kita ketahui hal yang sangat penting dan yag pertama harus dilakukan pada saat Anda memutuskan untuk mulai menempuh perjalanan Rise Above the crowd, adalah membangun ‘keamanan pribadi’ (Personal security). Demikian pesan Pak Indrawan dalam Bukunya Rise above the Crowd (Panduan 5 Langkah Menangkan Persaingan dan Naik Kelas Paling Tinggi).

Sahabat, sadarilah bahwa perjalanan ini merupakan sebuah perjalanan yang menempuh jalur pendakian terjal dan berliku. Anda akan menghadapi banyak tantangan yang tidak mudah dilalui. Anda akan sering tergelincir dan jatuh bangun sebelum bisa mencapai puncaknya. Sebagai seorang insan kita tentu akan sering tergelincir dan jatuh bangun sebelum bisa sampai puncaknya.

Mengapa kita perlu Personal Security?
Personal security kita perlukan untuk menjadi pelindung pertahanan pertama ketika pada waktunya Anda berhadapan dengan berbagai kesulitan tersebut. oleh karenanya pastikan Anda sudah terlebih dahulu memasang pelindung terbaik yang bisa meredam pukulan realita yang datang tidak terduga. Itulah pelindung yang bisa menjadi bantalan saat Anda terjatuh dan menjadi mengungkit yang dapat mendorong diri Anda bangkit kembali dengan kekuatan baru.

Selasa, 28 Februari 2017

Apa Yang Sebenarnya Dibutuhkan Pelanggan?

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang kisah seseorang sahabat yang sedang bergelut dengan profesi barunya di bidang properti. Tentu ini butuh tantangan tersendiri dan proses yang cukup mengenal medan di  jakarta. Banyak pelajaran yang saya ambil dari beliau. Kata orang bijak, kita lebih banyak dari kegagalan daripada kesuksesan.

Apakah diantara Anda pernah mengalami / pernah menjadi sales atau agen? Mungkin Anda juga pernah menjadi Tim Marketing? Apa pekerjaan yang paling menantang dalam pekerjaan sales/ agen?

Orang-orang yang baru berkecimpung di dunia sales atau agen tentu fokus  bagaimana memahami produk dan tekhnik presentasi yang menyakinkan. Diadakanlah pelatihan guna meningkatkan skill mereka agar oke dan siap bersaing dengan sales atau agen lain.

Sahabat, Produk yang sempurna dan presentasi yang menyakinkan tidak cukup untuk membuat orang membeli properti kita. Anda mungkin pernah mengalaminya, berbicara berjam-jam, mulut sampai berbusa, sudah mengalokasikan waktu untuk bertemu berkali-kali namun penjualan nihil. Apa yang terjadi? Mengapa jurus itu sering kali tidak ampuh?

Selasa, 25 Oktober 2016

Menciptakan Peluang

Pada suatu saat tentu kita akan mengalami Bimbang dan bingung setelah mendapatkan status Mahasiswa, apalagi ketika dinyatkaan lulus sebagai sarjana. Menjalani rutinitas perkuliahan, tentu membuat kita cepat merasa bosan dan tertekan. Ada juga yang merasa nyaman dengan rutinitas itu kemudian lupa mempersiapkan diri pasca perkuliahan selesai.

Apalagi yang berada di Kampus Swasta, eits. Ada apa dengan kampus swasta? Apalagi kampus yang mempunyai fasilitas yang terbatas, jika dibandingkan dengan Fasilitas Perguruan TInggi Negeri. Pertanyaan yang sering kali bergejolak dari hati kita adalah apakah mungkin mahasiswa swasta seperti saya ini mampu meraih sukses? Mungkinkah saya bisa mewujudkan mimpi di sini?

Sekilas bagi orang yang biasa, mereka kesulitan dalam menemukan peluang untuk sukses. Tetapi, bagi manusia yang kreatif, mereka hampir selalu bisa menemukan dan menciptakan peluang untuk meraih kesuksesan yang mereka inginkan. Oleh karena itu, untuk jadilah manusia yang kreatif.

Ada empat cara untuk menciptakan peluang. Baik sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun dalam dunia kerja.

Rabu, 21 September 2016

Ketika Passion dan Karier Tidak Perlu Bertentangan

Bersama penulis Buku /My Career/is/ Multi-Career Batik Kiri (Lestari Nurhajati) dan Batik Kanan (Ardiningtiyas Pitaloka)
Salah satu sesi yang menarik perhatian saya selama acara Pameran dan Konferensi Global Education Supply and Solutions (GESS) Indonesia adalah Topik “Ketika Passion dan Karier tidak perlu bertentangan”. Ardiningtiyas Pitaloka menyajikan materi ini dengan renyah, hidup dan menyenangkan.

Pandangan masyarakat secara umum cenderung “memaksa” individu agar memiliki satu identitas karier. Sementara itu, pribadi yang memiliki lebih dari satu karier cenderung dianggap negatif karena adanya anggapan bahwa pribadi tersebut belum mampu menemukan identitas karier. Padahal, dengan cara pandang seperti itu, keunikan individu menjadi terabaikan.

Lestari Nurhajati dan Ardiningtiyas Pitaloka penulis buku /My Career/is/ Multi-Career mengungkapkan buku ini hadir bagi Anda yang mulai bertanya apakah karier yang selama ini Anda jalani adalah karier ideal, sementara hati dan pikiran sering kali berjalan ke “dunia karier lain”. Anda tidak sendiri. Sebab, tulisan dalam buku ini merupakan buah perjalanan penulis sebagai multikarier, pemilihan identitas karier yang memerlukan proses cukup panjang dan melawan arus awam tentang karier, terutama di Indonesia.

Anda ataupun Saya pun jarang mendengar istilah ini. multi karier adalah seseorang yang penuh talenta dalam berbagai hal yang kemudian mengembangkan diri dan menjalankan bakat serta kemampuannya secara bersama-sama sebagai identitas dirinya.

Multikarier disebut juga dengan istilah “slash careers” alias karir garis miring. Hal ini merujuk pada cara penulisan petunjuk karier mereka di kartu nama yang menggunakan tanda garis miring, misalnya Ardiningtiyas Pitaloka, M.Si., CPC Multiple Career : Consultant/Lecturer/Writer. Atau contoh lainnya Marci Alboher; Lawyer/journalist/Speaker/Writing coach.  Sebuah fenomena yang tentu saja amat jarang kita temui, termasuk di Indonesia, meskipun bisa dipastikan banyak orang yang memiliki karunia atas talenta karier yang beragam.

Senin, 11 Juli 2016

Reputasimu adalah Pribadimu



Ketika mudik, semua orang berbondong-bodong berusaha menampilkan kemakmuran yang telah dicapai diperantauan. Berbagai atribut dikenakan untuk menunjukkan status yang ia miliki. Berbagai jenis merek mobil parkir di pinggiran rumah. Masuk ke pelosok gang-gang desa-desa di seluruh penjuru.

apa yang sebenarnya paling bernilai dari seseorang? Apakah pakaiannya? Kendaraannya? Dan berbagai atribut yang dia kenakan? Sebagaian orang mungkin akan memandang hal itu dengan terkesima, tetapi bagi pribadi yang memiliki nilai-nilai ilahiah. Yang telah melewati pendidikan di bulan ramadhan. Selain, pakaian indah yang dikenakan seseorang, yang bernilai dari seseorang adalah pribadinya.

Mengapa? Selama bulan ramadhan kita sadari atau tidak sebenarnya kita sedang menenun pakaian takwa yang melekat di dalam jiwa, pikiran, dan tingkah laku kita. Ketika ramadhan berlalu kita diharapkan mengenakan pakaian takwa yang menjadi standar kemuliaan bagi manusia. 

Orang yang berilmu saja walaupun sangat ahli dalam suatu bidang belum tentu berharga dan belum tentu memperoleh kekayaan dalam hidup apabila sekiranya bahan pribadinya yang lain tidak lengkap atau tidak kuat terutama budi dan akhlak. 

Jumat, 22 April 2016

Enam Kriteria Orang yang Dimintai Pendapat





Manusia tentu membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Sebagian besar kehidupan manusia hasil bantuan dari orang lain. Baju yang kita kenakan, makanan yang kita makan, sendal, kendaraan, rumah, semua yang kita lihat dan kenakan hasil karya orang lain.
 
Kebutuhan kita atas bantuan orang lain, termasuk kebutuhan kita untuk bercerita dan meminta pendapat atas tantangan hidup yang sedang kita hadapi. Tetapi faktanya, banyak yang keliru mendatangi orang yang dimintai pendapat. Akhirnya salah mengambil keputusan, yang berdampak pada tindakan dan hasil yang ingin dicapai. 

Rabu, 30 Maret 2016

Tiga Hal Yang Menghambat Karir

Apakah Anda merasakan bahwa beberapa tahun ini karir Anda mentok? Sulit sekali tumbuh dan berkembang? Mungkin sebagai pelajar atau mahasiswa sulit belajar? Sebagai pengusaha bisnis sering bangrut bahkan meninggalkan banyak hutang.

Kok bisa? Padahal secara akademis Anda mapan, Anda juga termasuk pekerja keras, ilmu dan teorinya sudah Anda kuasai dan terapkan. Kenapa masih gagal? Apa yang salah? Semua yang di sarankan oleh guru dan mentor Anda sudah diterapkan. Lalu apa lagi ya?

Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke rumah salah satu keluarga di jakarta. Dari empat kakak adik tersebut, kenapa ada salah satu yang karir dan bisnisnya mentok. Secara akademis mereka hampir sama. Lulusan universitas ternama di negara ini. sebagian besar pengusaha dan ada yang bekerja di perusahaan minyak.

Saya yakin ini semua juga berlaku untuk kita semua. Jika kita merasa karir Anda mentok, maka pasti ada yang salah dengan pola hidup, cara kerja atau cara kita berbisnis selama ini. karena tingkat persaingan yang cukup tinggi di kota besar, terkadang kita belum menyempatkan diri untuk merenungkan hal-hal di luar itu. Karena ternyata semua yang kita lakukan di muka bumi saling berhubungan. Ibarat tumpukan batu, apabila Anda mengambil beberapa batu maka akan membuat batu yang lain bergerak.

Apa tiga hal yang menghambat karir Anda? Mari kita bahas satu per satu.

Sabtu, 30 Januari 2016

Rahasia Agar Karir Anda Semakin Berkembang


Sahabat yang Budiman, Setiap kita memiliki panggilan nurani untuk mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan, apakah dalam kesehatan Fisik, Emosi dan Makna Hidup, Hubungan dengan Keluarga atau orang lain, Waktu, karir dan misi hidup, Keuangan, Kontribusi dan Spritual kita. inilah beberapa hal yang harus kita kuasi jika kita ingin mendapatkan kebahagian, kesuksesan, dan kemuliaan dalam hidup.

Kali ini sambil Anda bersantai, renungilah perjalanan hidup Anda. Ingatkah Anda bahwa kita semua dilahirkan sebagai pemenang? Tentu dalam proses menjadi yang terbaik dan pemenang dalam hidup kita harus berusaha dan bersabar dalam meraih tujuan yang kita harapkan.

Dengan ketulusan hati, saya ingin berbagi kepada sahabat yang baik hatinya. Dua hari yang lalu, setelah kami berbagi inspirasi di Jakarta, saya bertemu dengan Pak Darmadi. Salah satu pengusaha yang berhasil dalam dunia industri perbotolan untuk dunia farmasi.

Selasa, 05 Januari 2016

8 Profesi yang Akan Bersaing di Program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).



Ada diskusi menarik dengan beberapa sahabat saya lintas profesi melalui Whatsapp kemarin. Masih menyangkut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sebagian sudah tahu, tapi banyak orang yang belum tahu profesi apa saja yang akan bersaing. Terima Kasih Pak Tri Susanto inspirasinya. Berikut kutipan Tulisannya:

Berhati-hatilah para kaum profesional di Indonesia. Ternyata program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dimulai akhir tahun ini mengharuskan Anda untuk bisa bersaing dengan tenaga asing dari ASEAN yang punya skill atau kemampuan seperti Anda. Jadi kalau Anda tidak mampu atau kalah bersaing, maka bersiaplah untuk tidak bekerja, karena tenaga asing bisa merebut porsi kerja yang lowong. 

Ada delapan profesi yang terkena kebijakan pasar bebas yang kebetulan tertuang dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA). MRA masing-masing profesi telah menetapkan standar dan kompetensi yang diperlukan di kancah ASEAN. Nantinya, Indonesia bisa menerima tenaga kerja dari ASEAN untuk profesi-profesi ini, begitu juga sebaliknya. 

Berikut delapan profesi yang akan bersaing di MEA: 

Senin, 31 Januari 2011

Perlindungan Bagi TKI

Jumlah penduduk di indonesia semakin bertambah. Pertambahan jumlah penduduk itu juga mendorong terciptanya permintaan kebutuhan pekerjaan yang semakin meninggi. Mereka (Para Pekerja) rela melakukan apa saja untuk mendapatkan sesuap nasi. Dalam beberapa media ada yang menyebutkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan saat ini telah mencapai 1:7, semuanya butuh hidup, butuh pekerjaan, dan butuh pendidikan yang cukup dalam rangka memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa dan negara terkhusus untuk dirinya sendiri. Sulitnya mencari pekerjaan menyebabkan kebanyakan kaum hawa memilih bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) yang mayoritas adalah perempuan. Fenomena pekerjaan ini menimbulkan sebuah misteri yang belum jelas mengenai kesejahteraan dan aturan-aturan yang melindungi para pekerja rumah tangga terutama untuk perempuan yang mayoritas bergelut dibidang itu. Adakah aturan yang jelas untuk mengatur hal ini? Atau para pekerja diperlakukan secara serampangan alias SMS (Semau Majikan Saja).