Tampilkan postingan dengan label HEALTH & VITALITY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HEALTH & VITALITY. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juni 2025

Mengapa Komunikasi Empatik di IGD Bisa Menyelamatkan Pasien dari Nyeri Kronis?



Saat Anda datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), apa yang paling Anda butuhkan selain pertolongan medis? Ternyata, jawaban yang sering luput dari perhatian adalah: komunikasi empatik.

Artikel terbaru dari Rio Saputra dan timnya yang dimuat dalam American Journal of Emergency Medicine menunjukkan bahwa cara tenaga kesehatan berkomunikasi dengan pasien dapat memengaruhi apakah seseorang akan menderita nyeri kronis beberapa bulan setelah keluar dari IGD. Ya, Anda tidak salah baca. Komunikasi bukan sekadar basa-basi, tapi bisa menjadi penentu masa depan kualitas hidup pasien.

Selasa, 17 Mei 2022

Sehat Pasca Lebaran

 


Oleh : Avip Vivarullah

Majelis Syuro Perkumpulan Bekam Indonesia

 

Melansir data dari sebuah rumah sakit tentang keluhan penyakit yang banyak muncul paska lebaran.

Keluhan tersebut adalah muntah-muntah, diare, pusing-pusing yang ditandai oleh tekanan darah yang meningkat, sakit diagfrahma (ulu hati), sakit dada yang mengarah pada penyakit jantung, gagal ginjal dll. Juga tidak sedikit hasil tes menunjukkan kadar gula darah, asam urat dan kolesterol di atas batas normal.

 

Jumat, 16 Agustus 2019

Kebebesaran Allah Dalam Sel-Sel Tubuh Manusia untuk Tumbuh Terkendali: “Tinjauan Epigenetika Pada Sel Kanker”


Dr. Meity Elvina, M.Ked, SpOG, PGCert.
Medical Doctor, Obstetrician Gynecologist, Nanobiology Nutriepigenomic Researcher
Concentration : Integrative Medicine

Penyakit yang mungkin paling ditakuti banyak orang adalah kanker. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Mulai dari balita hingga lanjut usia, wanita maupun laki-laki, bahkan mereka yang gaya hidupnya cukup sehat.

Seperti yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam situs resminya, Riset Kesehatan  Dasar (Riskedas)  yang  dilakukan  tahun 2017  mencatat prevalensi  tumor  dan kanker di Indonesia mencapai 1,4 di setiap 1.000 penduduk. Ini berarti ada kira-kira 330.000 orang yang didiagnosis dengan tumor atau kanker setiap tahunnya. Ada banyak sekali jenis kanker  yang  ditemui  pada  manusia.  Misalnya, leukimia,  kanker  tulang, kanker  payudara, kanker kulit, kanker rahim, kanker paru-paru, dan kanker prostat.

Maka, pemahaman tentang kanker dan proses tumbuhnya kanker harus dikenalkan kepada seluruh masyarakat.

Kanker bisa muncul di bagian tubuh mana saja, karena asalnya memang dari tubuh sendiri yaitu dari satu sel di dalam tubuh manusia itu sendiri.

Setiap orang harus kenal dirinya bahwa ia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT adalah manusia yang tubuhnya disusun sedemikian teraturnya.Setiap manusia yang tersusun oleh triliyunan sel memang telah memiliki DNA (kode gen) sebagai “blue print” yang berisi perintah dalam mengatur seluruh sel Tubuh.

Senin, 22 Juli 2019

Cara Hidup Sehat Menurut Islam

Oleh: Dr. Meity Elvina, M.Ked, SpOG, PGCert 

Bismillahhirrohmannirrohim

Kemana fokus kita tertuju, disana energi kita akan mengalir. Salah satu fokus saya adalah mempelajari pola hidup sehat ala Rasulullah Sholaullahhu 'alaihi wassalam. Berawal dari fokus tersebut, Allah pertemukan saya dengan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Salah satunya dr. Meity Elviana di acara Islamic Medicine Expo tahun lalu.

Semoga kita sebagai muslim yang yakin akan kebenaran wasilah pengobatan islam yang mengedepankan konsep :
1. Ilahiyah
2. Alamiah
3. Ilmiah

Tidak perlu bertanya lagi dan meragukan apa yang sudah merupakan Rasulullah contohkan sebagai uswatun hasanah kita, termasuk dengan pola makan minum Rasulullah Shalaullohhu ‘alaihi wassalam dan puasanya

Dengan keimanan yang terpancang kokoh. saya sebagai dokter hanya ingin mensyiarkan semua makanan natural alami dan kaya produk ciptaan Allah yang disunnahkan Rasulullah Shalaullohhu ‘alaihi wassalam yang khasiatnya tak bisa disebut satu per satu lagi karena saking besar manfaatnya bagi tubuh manusia yang ingin selalu sehat dan tercegah atau sedang ikhtiar menyembuhkan berbagai penyakit.

Namun perlu kita ingat kembali,  Hak Allah Subhanahu wata’ala yang utama menyembuhkan dan mengatasi problem kesehatan hamba-hamba Nya. Manusia hanya mampu berdoa dan berikhtiar dengan jalan yang Allah ridhoi melalui pengobatan thibbun nabawi.

Senin, 09 Juli 2018

Energi Stagnan Terkait Dengan Penyakit


 Oleh: Dr. Meity Elvina, M.Ked, SpOG, PGCert  (Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi (Cliniciant & Scientist)

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memahami mekanisme seluler dan molekuler yang mendasari efek biologis medan elektromagnetik disajikan sebagai Energi.

Energi sangat penting untuk semua yang terjadi di alam semesta kita. Itu muncul dalam berbagai bentuk dan bertanggung jawab untuk mempertahankan kehidupan di planet kita. Program ini dimulai dengan eksplorasi energi potensial dan kinetik dan bergerak. Dalam diskusi sains tentang bentuk-bentuk utama energi; energi bisa dibagi Energi mekanik, energi panas, energi kimia, energi radiasi, energi listrik, energi suara, dan energi nuklir.

Energi adalah hukum alam. Energi perlu mengalir seperti sungai yang mengalir ke lautan. Ketika Anda memblokir aliran alami dari sungai itu menjadi stagnan dan mati. Ikan mati dan nyamuk tumbuh subur. Sungai kehilangan fungsinya. Maka tidak jauh berbeda dengan sungai. Berbagai bentuk energi adalah bagian dari siklus energi kosmik alami.

Ketika terjadi pemblokir aliran energi dalam tubuh kita, aliran energi  menjadi stagnan dan terjadilah penyakit. Faktanya, penyumbatan aliran energi inilah yang menyebabkan sebagian besar penyakit.

Stres, Trauma, Represi, Peradangan sel bertanggung jawab sbg penghambat aliran energi. Stres terjadi ketika kita hampir selalu berada dalam keadaan "Fight" . Ini ditandai sebagai hiper-waspada dan tidak dapat santai serta relax.

Trauma terjadi ketika sejumlah besar energi masuk ke dalam tubuh kita dalam waktu singkat. Tekanan ini terjadi ketika kita menahan perasaan mendalam. Sama seperti menahan air sungai, kita menggunakan waduk-untuk menahan alirannya dengan beton beton kuat dan keras sebagai pertahanan.

Bersama-sama atau secara terpisah, ketiga kekuatan ini membantu menciptakan stagnasi energi di dalamnya tubuh kita. Di mana energi yang terkumpul paling dikenal sebagai kista energi. Kista energi ini adalah bola energi beku yang mulai berada di jaringan tubuh.
Sama seperti spons yang menyerap air. Maka bola beku energi ini membentuk energi stagnan.

Ketika energi stagnant dalam pola tertentu terkumpul maka perubahan fisiologis
mulai terjadi di dalam tubuh. Sel mulai berubah. Aliran energi berkurang. Aliran darah dan vaskularisasi berubah. Otot menjadi pendek dan mengeras. Sendi kaku dari pegangan ini. Jaringan ikat mulai kaku bersama dalam suatu proses yang disebut Hidrogen Bonding. Tubuh dalam penurunan fungsinya.

Jumat, 23 Maret 2018

Manfaat Melahirkan Secara Normal


Ada tiga peristiwa bersejarah manusia yang paling berkesan dan menjadi ajang untuk bertemu antar keluarga, saudara, dan teman. Pernikahan, melahirkan anak, dan kematian. Satu di antara ketiganya memiliki potensi besar untuk menyatukan beragam jenis manusia, sesibuk apapun mereka.

Faktanya yang terjadi di masyarakat, saat seseorang akan melahirkan, kita akan menemukan dua jalan yang akan ditempuh oleh sang Ibu. Pertama, ia akan melahirkan secara normal. Kedua, ia akan melahirkan secara sesar.

Terkait dengan hal di atas, ada ilmu yang menarik yang saya dapatkan dari Ns. Windi S.Kep. (Doula dan Child Birth Educator) dan dr. Arifianto Apin, Sp.A. Menarik untuk anda sebagai orang tua, calon Ibu/ Ayah, atau bisa juga sebagai tambahan ilmu untuk keluarga.

Pernahkah Anda merenung, mengapa bayi dilahirkan dengan cara yang Anda ketahui seperti saat ini? Ya, melalui vagina yang kita pahami penuh dengan kolonisasi berbagai bakteri, kadang ditambah dengan kotoran (baca: feses) dari usus besar Ibu. Mengapa bayi harus lahir dengan cara “tidak bersih” seperti ini? Sang Pencipta pasti punya maksud.

Kamis, 08 Maret 2018

Sakit, Gejala Sakit dan Kesembuhan

Ada pertanyaan yang menarik dari dr. Zen ahad lalu di ruang diklat Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta (4/3). Mengenai apa itu sakit? Mengapa seseorang bisa sakit? Kenapa ada orang yang sehat? Pada pembahasan kali ini, kita akan fokus membahas tentang sakit, gejala sakit, dan kesembuhan.

Ustadz Rosyad memberikan pendangan yang menarik tentang penyakit.  Dalam grup diskusi Internasional Islamic Medicine Foundation (IIMF) selasa yang lalu (6/3) menjelaskan, yang disebut penyakit dalam kehidupan manusia sehari-hari itu sebetulnya adalah gejala sakitnya (simtoma). Jika berlangsung lama maka terjadi penumpukan di bagian sakitnya itu dan atau menyebar ke area/sektor lainnya. Adapun sakit yang sesungguhnya adalah akar dari segala penyebabnya itu.

Ada penyebab utama, ada pula penyebab ikutan (tambahan).
Ketelitian dan ketekunan membedakan dan memilah, memposisikan masing-masing sebab, serta upaya memperbaikinya itu menjadi "seni" dalam proses terapi. Adapun kesembuhan, itu adalah wilayah mutlak Allah subhanahu wata’ala.

Kesembuhan itu bukan berasal dari makhluk.
Bagi makhluk, kesembuhan itu hanya sampai pada batas harapan bersamaan saat awal dilakukannya proses terapi, pada saat proses itu dijalankan dan di saat akhir prosesnya.

Sebab utama sakit dan kerusakan lainnya itu adalah buruk-jahatnya jiwa (syarrun nafs شر النفس ) dan kesalahan dari perbuatan demi perbuatan (suu-ul 'amal سوء العمل ). Baik secara sepihak berasal dari dirinya sendiri, atau murni berasal orang lain atau secara bersamaan dari andil keduanya. Yang jelas, syarrun nafs dan suu-ul 'amal itu pilar dari segala penyebabnya.

Sabtu, 06 Januari 2018

Mencari Kambing Putih Dibalik Infeksi Difteri

 Oleh: dr. Susilorini, M.Si.Med., SpPA
 
Bidang ilmu saya Patologi Anatomi yaitu ilmu yang menjelaskan tentang penyakit dan mekanismenya.

Dalam mempelajari penyakit ada 5 kaedah pokoknya.

1. Etiologi dan patogenesis
2. Gambaran morfologi
3. Manifestasi klinik.
4. Komplikasi
5. Prognosis

Bila kita bicara penyebab, maka penyebab penyakit  tidak ada yang tunggal. Penyebab (etiologi) selalu multifaktor.

Dalam hal penyakit infeksi, berdasarkan kaedah postulat Koch, tadinya ilmuwan berpikir bahwa penyebab infeksi harus tunggal dan semua disebut patogen. Zaman Koch teknologi memang masih jadul. Jadi untuk identifikasi mikroba masih mengandalkan teknologi kultur.

Karena keterbatasan metode kultur waktu itu mikroba lain yang harus dikultur dalam kondisi anaerob tidak bisa terdeteksi.

Saat ini di era yang lebih canggih kelemahan metode metode kultur bisa dipecahkan dengan teknologi sekuensing. Sehingga saat ini mulai diketahui bahwa apa yang dulu dianggap murni patogen itu belum tentu patogen.

Ternyata tubuh manusia mirip seperti Bumi yang punya banyak ekosistem dan kaya flora dan fauna. Sedangkan tubuh disusun oleh mikroba. Saat ini yang baru dipetakan baru bakteri.

Bakteri pun terbagi-bagi sesuai sifat interaksinya dan kemampuannya berkoloni. Ada yang disebut pribumi, pendatang, ada yang penjajah.

Keanekaragaman ekosistem mikrobiota dalam tubuh manusia dipengaruhi banyak faktor seperti daerah geografis, pola makan, life style, kondisi PH, kelembaban, suhu, hormonal, dan lainnya.

Bila kita bicara daerah tropis, tentu ekosistemnya berbeda dengan daerah subtropis. Di dalam ekosistem hutan tropis misalnya kita bisa jumpai harimau, ular, kodok, elang, rusa, gajah, dan lainnya yang harus dijaga keseimbangannya. Dalam kondisi seimbang sepertinya tidak ada cerita harimau atau gajah menyerang pemukiman manusia, bukan?

Nah tubuh manusia itu mirip seperti analogi ekosistem hutan tropis atau subtropis. Sejatinya manusia adalah mikroba berjalan. Bakteri, virus, dan lainnya jumlahnya lebih banyak dari selnya sendiri.

Dengan perkembangan teknologi yang sudah bisa memetakan secara metagenomic dan metabolomic. Diketahui mikroba yang dahulu dianggap patogen ternyata belum tentu patogen. Seperti yang disebutkan sebelumnya, mikroba diklasifikasikan menjadi dua secara garis besar, mikroba residensial (pribumi), dan pendatang ( yang cuma jalan-jalan atau penjajah).

Senin, 30 Mei 2016

Bagaimana Cara Memperoleh Energi dan Vitalitas Optimal



Stamina yang kuat bisa diperoleh apabila Anda mampu mengelola energi yang ada di dalam tubuh dengan baik. Sebenarnya ada beberapa aktivitas/tips yang dapat meningkatkan meningkatkan energi, yaitu olah nafas, olah makan, olahraga, dan olah jiwa.

Dr. Otto Warburg pemenang nobel, berdasarkan hasil peneltiannya sel menjadi ganas setelah dikurangi oksigennya. Tindak lanjut dari penelitian ini dilakukan oleh Dr. Goldblatt dengan melakukan percobaan pada sel tikus. Hasilnya, ketika sel 30 menit tidak diberi oksigen: pertumbuhan sel menjadi ganas.

Fakta lain membuktikan dari tiga warga amerika, satu penderita kanker. Bukan hanya itu, dari tujuh atlet satu yang menderita kanker. Mengapa?

Selasa, 04 Agustus 2015

Tips Melatih Otot Tubuh Agar Tidak Pegal dan Kaku

Apakah Anda pernah merasakan otot anda pegal dan kaku? Apakah Anda cukup sering mengalaminya sehingga menghambat pekerjaan Anda? Adakah cara singkat agar anda kembali memiliki stamina yang prima?

Saya sering menemukan orang yang sering mengeluhkan keadaan tubuhnya.  Otot yang pegal dan kaku, pusing kepala, linu, dan penyakit badan lainnya. Sebenarnya penyebab utamanya adalah kurangnya gerakan.

Coba Anda perhatikan orang yang sering mengeluhkan kondisi tubuhnya, hampir bisa dipastikan mereka rata-rata kurang melakukan gerakan atau olahraga. Kenapa harus olahraga? 

Tuntutan hidup yang demikian pesat, tumpukan pekerjaan, waktu yang terasa sempit (padahal bisa saja kurang disiplin) membuat kita mengabaikan aktivitas olahraga yang dapat memulihkan dan menambah prima kondisi tubuh dan pikiran kita. 

Gaya hidup manusia moderen cenderung mengambil jalan instan untuk setiap tantangan hidup yang sering kita hadapi. minum obat misalnya. padahal ada cara yang murah, gratis, dan lebih menyehatkan agar kita lebih berdaya, sehat, dan kuat. Apa itu?

Kamis, 15 Maret 2012

Iman adalah Obat Jiwa dan Fisik

Oleh Dr. Mohamad Daudah

Prolog

Setiap Nabi dan Rasul Allah memiliki mujkjizat yang mengunguli perlawanan masyarakat di zamanya. Nabi Nuh memiliki, misalnya, mukjizat teknologi kapal yang mengungguli kemampuan umatnya yang membangkang padanya kendati sudah berdakwah kepada mereka selama 950 tahun. Nabi Yusuf memiliki mukjizat mimpi yang mampu mermal apa yang akan tetjadi dan kemampuan manajemen pemerintahan luar bisaa dalam kondisi negeri Mesir dilanda krisis ekonomi bekepanjangan. Nabi Musa memiliki mukjizat tongkat yang bias memakan ular-ular tukang sihir dan membelah lau mereah yang menjadi sebab tenggelamnya Fir'aun dan bala tentaranya. Nabi Isa juga memiliki keahlian ilmu kesehatan yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit kronis yang mengancam umatnya yang pembangkang.

Demikianlah para Nabi dan Rasul, Allah berikan kepada mereka mukjizat seuai dengan perkembangan masyarakat yang mereka hadapi. Lalu, bagaimana dengan Nabi Muhamamd Saw. sebagai Rasul Allah terakhir diutus di akhir zaman ini? Jawabannya Al-Qur'an dan Sunnah Rasul Saw adalah mukjizat akhir zaman yang mampu mengungguli perkembangan hidup akhir akhir zaman, khususny adalam bidang ilmju pengetahuan dan teknologi.