Oleh: dr.
Susilorini, M.Si.Med., SpPA
Bidang ilmu saya
Patologi Anatomi yaitu ilmu yang menjelaskan tentang penyakit dan mekanismenya.
Dalam mempelajari
penyakit ada 5 kaedah pokoknya.
1. Etiologi dan
patogenesis
2. Gambaran
morfologi
3. Manifestasi
klinik.
4. Komplikasi
5. Prognosis
Bila kita bicara
penyebab, maka penyebab penyakit tidak
ada yang tunggal. Penyebab (etiologi) selalu multifaktor.
Dalam hal penyakit
infeksi, berdasarkan kaedah postulat Koch, tadinya ilmuwan berpikir bahwa
penyebab infeksi harus tunggal dan semua disebut patogen. Zaman Koch teknologi
memang masih jadul. Jadi untuk identifikasi mikroba masih mengandalkan
teknologi kultur.
Karena keterbatasan
metode kultur waktu itu mikroba lain yang harus dikultur dalam kondisi anaerob
tidak bisa terdeteksi.
Saat ini di era
yang lebih canggih kelemahan metode metode kultur bisa dipecahkan dengan
teknologi sekuensing. Sehingga saat ini mulai diketahui bahwa apa yang dulu dianggap
murni patogen itu belum tentu patogen.
Ternyata tubuh
manusia mirip seperti Bumi yang punya banyak ekosistem dan kaya flora dan
fauna. Sedangkan tubuh disusun oleh mikroba. Saat ini yang baru dipetakan baru
bakteri.
Bakteri pun
terbagi-bagi sesuai sifat interaksinya dan kemampuannya berkoloni. Ada yang
disebut pribumi, pendatang, ada yang penjajah.
Keanekaragaman
ekosistem mikrobiota dalam tubuh manusia dipengaruhi banyak faktor seperti
daerah geografis, pola makan, life style, kondisi PH, kelembaban, suhu,
hormonal, dan lainnya.
Bila kita bicara
daerah tropis, tentu ekosistemnya berbeda dengan daerah subtropis. Di dalam
ekosistem hutan tropis misalnya kita bisa jumpai harimau, ular, kodok, elang,
rusa, gajah, dan lainnya yang harus dijaga keseimbangannya. Dalam kondisi
seimbang sepertinya tidak ada cerita harimau atau gajah menyerang pemukiman
manusia, bukan?
Nah tubuh manusia
itu mirip seperti analogi ekosistem hutan tropis atau subtropis. Sejatinya
manusia adalah mikroba berjalan. Bakteri, virus, dan lainnya jumlahnya lebih
banyak dari selnya sendiri.
Dengan perkembangan
teknologi yang sudah bisa memetakan secara metagenomic dan metabolomic.
Diketahui mikroba yang dahulu dianggap patogen ternyata belum tentu patogen.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, mikroba diklasifikasikan menjadi dua secara
garis besar, mikroba residensial (pribumi), dan pendatang ( yang cuma jalan-jalan
atau penjajah).