Tampilkan postingan dengan label DUNIA ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA ISLAM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2020

Tiga Kunci Rahasia Muhammadiyah Sebagai Organisasi Islam Terkaya di Dunia

Ketika pertama kali mendengar kata Muhammadiyah, apa yang tergambar dalam pikiran kita? Sebagian orang akan menjawab, Muhammadiyah itu yang memulai puasa dan lebaran berbeda dengan pemerintah. Muhammadiyah itu yang sholat tarawihnya 11 rakaat. Muhammadiyah itu yang sholat subuhnya tidak pakai qunut. Muhammadiyah itu tidak tahlilan. Masih banyak sekali tanggapan masyarakat tentang Muhammadiyah.

Refleksi Milad Muhammadiyah yang ke-108 ini, saya mencoba menceritakan Muhammadiyah dalam perspektif yang berbeda dari anggapan masyarakat umum. Muhammadiyah tidak hanya fokus kepada ibadah-ibadah yang sering kali dianggap ritual semata. Tapi, Muhammadiyah menjadi Organisasi Islam Terkaya di Dunia karena amal nyata untuk umat islam dan umat manusia. 

Muhammadiyah memiliki 14 macam jenis amal usaha yang diwujudkan oleh Muhammadiyah, jika diklasifikasikan terdiri dari beberapa bidang garapan. Bidang agama Islam, bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, bidang politik kenegaraan, bidang ekonomi dan keuangan.

Sepengetahuan saya, Muhammadiyah adalah organisasi islam memiliki amal usaha yang paling banyak artinya terkaya di dunia. Karena semua pengelolaannya terpusat oleh Pimpinan Pusat atas nama umat dan digunakan untuk kepentingan umat. ini sebuah nilai lebih tersendiri yang membuat Muhamamdiyah berbeda dari organisasi kebanyakan. 

Jika kita telisik lebih jauh, banyak kehadiran organisasi/yayaysan itu dimiliki oleh seorang tokoh yang dikagumi oleh masyarakat sekitarnya. Pengeloalaannya tentu dikelola oleh keluarga, harta kekayaannya juga dimiliki oleh tokoh tersebut. Tapi Muhammadiyah unik sekali, semua amal usaha yang dijalankan adalah milik persyarikatan.

Saya masih ingat pidato Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. saat wisuda S2 SPs UHAMKA di Jakarta Convention Center (JCC) beberapa tahun silam. Muhammadiyah hadir bukan hanya untuk menceraskan, mencerahkan, dan memajukan kualitas umat islam. Tapi, Muhammadiyah hadir untuk umat manusia. Karena ada Kampus Muhammadiyah di daerah timur Indonesia, mayoritas mahasiswanya di luar islam. Ini bukti, Muhammadiyah hadir untuk umat manusia (semesta).

Baca juga: Kesiapan Lulusan UHAMKA Menghadapi Era Distrupsi Revolusi Industri 4.0

Apa saja yang telah dilakukan Muhammadiyah selama ini untuk Indonesia?

Muhammadiyah telah memiliki:

-          635 Panti Asuhan, Panti Jompo, dan Panti Khusus.

-          457 Rumah sakit dan Klinik

-          762 Bank Kredit Rakyat Syariah

-          102 Pesentren

-          13.000 Masjid, Mushola

-          19.951 Sekolah

-          176 Perguruan Tinggi

Sumber : Berdasarkan Laporan Kerja Muktamar ke-47 Muhammadiyah

Apa Rahasia yang menjadi Muhammadiyah memiliki banyak sekali amal usaha? Menurut hemat saya, ada tiga faktor kunci yang menjadikan Muhamamdiyah terus tumbuh dan berkontribusi untuk umat dan manusia.

Minggu, 17 Maret 2019

Kebaikan di Balik Pembantaian Umat Islam di New Zealand

Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. 

Sesungguhnya segala kejadian adalah ketetapan Allah dan semua mengandung pelajaran dan hikmah yang berharga untuk kita jadikan pelajaran dalam hidup. Bagaimana cara kita mengambil pelajaran dari peristiwa pembantaian umat islam di New Zealand jum'at lalu?


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ


"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Dan boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah : 216)

Saudaraku yang dirahmati Allah...

Sejak kemarin Jumat berdarah di New Zealand, umat Islam sedunia berduka dan berkabung. Tak sedikit manusia, mulai dari rakyat biasa sampai pemimpin negara yang mengutuk kekejaman yang tak kenal perikemanusiaan itu. Apalagi peristiwa yang merenggut nyawa 49 umat Islam dan puluhan lain luka-luka terjadi di dalam dua masjid saat mereka menunaikan ibadah shalat Jumat.

Semua yang merasa ada iman dan ukhuwah Islamiyah di dalam hatinya walau sebesar biji sawi pasti mengutuk dan membenci peristiwa tersebut.

Namun demikian, kita umat Islam tidak boleh tenggelam dalam kesedihan apalagi sampai menyesali kejadiannya. Karena di balik setiap peristiwa yang menimpa umat Islam pasti ada kebaikan yang Allah titipkan di dalamnya, termasuk peristiwa pembantaian umat Islam di New Zealand Jumat 15 Maret kemarin.

Seperti yang dijelaskan Allah dalam ayat di atas bahwa bisa saja kita membenci sesuatu, namun hal tersebut baik bagi kita.

Di antara kebaikan yang Allah berikan dalam peristiwa tersebut ialah :

Pertama, Bagi yang meninggal
Bagi yang meninggal insyaaAllah mereka meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Meninggalnya pada hari Jumat, di dalam masjid/Rumah Allah, sedang beribadah dan taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah) serta mati dalam keadaan dianiaya orang kafir. Secara zahir, insyaaAllah mereka meninggalkan dunia ini dalam kondisi terbaik dan termulia setelah meninggal di medan jihad fisabilillah. Setiap Mukmin/Mukminah pasti mengharapkan mati dalam keadaan husnul khatimah, bahkan mati syahid. Sebab itu banyak umat Islam yang mendoakan mereka mendapatkan kedudukan syahid di jalan Allah.

Selasa, 05 Maret 2019

Apa yang Bisa Mempersatukan Kita?

Berbagai tanggapan dan alasan yang dikemukakan oleh para pendukung calon presiden menyatakan, “Alasan memilih si A adalah karena ia bisa mempersatukan, ia bisa diterima untuk semua kalangan”. Semua tenaga, pikiran, sumber daya dikerahkan untuk membuat persepsi masyarakat untuk menerimanya sebagai tokoh yang merakyat dan dekat dengan rakyat.

Kita tidak bisa meraih hati semua manusia dengan semua harta yang kita miliki. Berapa banyak yang akan kita habiskan untuk membeli hati manusia? Tidak akan ada yang sanggup untuk membeli hati manusia. Hati mereka terlalu mahal untuk dibeli demi kepentingan sesaat. Dan itu adalah sebuah penghinaan terhadap kemanusiaan.

Akhlaklah yang bisa menarik manusia untuk mencintai sesama mereka. Ingatlah, sebaik apa pun tujuan yang ingin kita tempuh, jika prosesnya salah dan menghalalkan segala cara kita akan tetap gagal. Mengapa? Karena kita menggadaikan akhlak sebagai hamba Allah yang diamanahkan untuk mengelola bumi dan mengabdikan diri (hidup dan mati) untuk-Nya.

Tulisan ini berusaha untuk memberikan sumbang saran  terkait pandangan mendasar yang bisa mempersatukan kita. Sebagian banyak orang menyatakan bahwa  yang mempersatukan kita adalah manusia. Sehebat apapun manusia, ia tetaplah manusia yang memiliki keterbatasan waktu untuk hidup di pentas dunia.

Salah satu tugas pemimpin adalah meletakkan pondasi agar persatuan sebuah masyarakat terus berlangsung agar pembangunan sumber daya manusia dan alam bisa berkelanjutan.

Selasa, 17 April 2018

Janji Ilahi dan Pengharapan


Perbincangan delapan mata yang kami lakukan malam itu sangat berkesan hingga saat ini. Satu hal yang selalu beliau ajarkan adalah untuk meluangkan waktu mengamati perkembangan keadaan sosial masyarakat, khususnya dalam media.  Tentu dengan dosis yang pas ya. Karena membaca Al-Qur’an sudah tentu wajib, mentadabburi, mengamalkan, dan mendakwahkannya.

Mengapa ini penting? Tentu fenomena yang terjadi di tengah-tengah umat ini kita harus carikan solusi dan sudut pandang yang tepat. Kami malam itu berbicara tentang kondisi negeri ini dan bagaimana cara yang tepat menyikapinya.

Saya memahami dengan baik, di tengah kondisi yang dianggap sebagian orang tahun politik saat ini. Kita tanpa sadar di bawah untuk saling membenci, saling menghujat, akhirnya terprovokasi tanpa sadar. Kecuali hamba-hamba Allah yang mendapatkan bimbingan dan hidup di bawah naungan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Faktanya di lapangan, sebagian masyarakat mudah termakan isu yang di jual oleh musuh-musuh islam yang tidak sedang dengan kemajuan islam. Saat itulah, dalam menyikapi gejolak yang terjadi di tengah masyarakat, ada yang terlalu ekstrem menyikapi dengan berlebihan dan ketakutan dan ada juga yang tidak peduli sama sekali dengan kondisi bangsa. Merasa bahwa bangsa ini akan aman dan terus ada sampai hari kiamat. 

Baca juga: Moral dan Peradaban Menurut Ibnu Khaldun

Bagaimana menyikapinya?

Kamis, 14 Desember 2017

57 Negara Akui Yerusalem Timur Sebagai Ibu Kota Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Sebanyak 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, Turki menyatakan bahwa mereka mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina. Dalam pertemuan puncak luar biasa OKI, mereka juga mengajak negara-negara lain untuk mengikuti deklarasi tersebut.

"Kami menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Negara Palestina dan mengundang semua negara untuk mengakui Negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," menurut pernyataan resmi usai pertemuan puncak luar biasa tersebut, dikutip Turkish Minute, Rabu (13/12).

Jumat, 17 November 2017

Apa Sebenarnya Problematika yang dihadapi Umat Islam saat ini?

Kurang lebih 1,5 milyar Jumlah umat Islam atau sepertiga penghuni bumi ini, tersebar di berbagai negara, baik di negera-negara Islam maupun non Islam. Mengacu pada tingkat kesuburan perempuan Muslim yang saat ini mencapai 3,1 bayi per perempuan, jumlah populasi kaum Muslim di dunia pada 2050 akan meningkat sebanyak 70%, menjadi 2,8 miliar orang atau 30% dari penduduk Bumi. Jumlah tersebut sekaligus menyamai populasi umat Kristen di dunia. Selain itu kaum Muslim juga akan mewakili sebanyak 10% dari total populasi penduduk Eropa.

Namun sangat disayangkan jumlah yang begitu besar ini tidak dibarengi dengan kualitasnya. Hampir semua negara Islam bergantung pada negara barat, sehingga berdampak pada kurang pengaruhnya peranan kaum muslimin dalam kondisi politik dunia. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, umat Islam di berbagai negara hanya menjadi objek segala kepentingan barat, merekalah penentu segala kebijakan, baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan bahkan agama.

Ketika mata dan pikiran kita di bombardir dengan informasi dari berbagai media, baik elektronik maupun cetak. Ketika orang benar dikriminalisasikan, yang salah merasa nyaman dengan kesalahannya. Kudeta, konflik yang tidak berkesudahan di berbagai belahan dunia (Khususnya negara-negara yang mayoritas berpenduduk islam). Di tengah berbagai fenomena itulah hendaknya kita kembali bertanya, apa problematika yang sebenarnya sedang dihadapi umat islam saat ini?

Sesungguhnya problema yang dihadapi umat Islam pada saat ini bersumber dari berbagai pengaruh negatif yang dipropagandakan musuh di tengah umat Islam. Pengaruh-pengaruh negatif itu belakangan sukses meracuni pola pikir umat Islam, akidah dan akhlak mereka. Musuh senantiasa melakukan segala upaya untuk mempengaruhi umat Islam.

Ada pun yang menjadi beban pikiran kita dalam persoalan akhir-akhir ini adalah apa yang menimpa para ulama kita. Tidak bisa dipungkiri, para ulama seolah lambat dalam menyikapi persoalan yang membelit umat. Mereka kurang sigap dalam mengemban tugas dakwah dan mengentaskan umat manusia dari ketidak-tahuan. Wawasan mereka sempit tatkala berinteraksi dengan kelompok di luar mereka sehingga tidak ada ikatan kerja sama yang erat di antara para ulama.

Senin, 18 September 2017

Ibadah Qurban, Spirit Berbagi Untuk Mengatasi Kesenjangan Ekonomi Umat


Jamaah sholat ‘id yang dimulaiakan Allah Subhanahu wata’ala, pertama marilah kita bersyukur, pada hari ini, kita kembali menunaikan sholat ‘idul Adha berjamaah. ‘Idul Adha’ juga disebut ‘Idul Qurban. Karena itu, bagi yang mampu, dianjurkan menyembelih hewan Qurban untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan sehingga nikmat rezeki yang kita peroleh dapat dibagi untuk kepentingan sesama. Bahkan, karena pentingnya menyembelih qurban, sampai-sampai Rasululloh Sholaulllohhu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Barangsiapa diberikan keluasan rizki dan tidak mau menyembelih hewan qurban, maka janganlah dekat-dekat dengan masjid kami.” (H.R. Ahmad dan Ibn Majah).

Sambil mempraktikkan spirit untuk berqurban, semangat untuk saling berbagi dan saling peduli (the spirit of sharing and caring) dalam peri kehidupan bersama, marilah kita saling ingat mengingatkan satu sama lain bahwa Islam yang kita yakini sebagai agama yang paling benar, dan paling tepat untuk menuntun perjalan hidup kita harus kita mewujudkan dalam prilaku kita sehari-hari yang harus hidup di tengah kemajemukan dalam peri kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan bahkan dalam pergaulan antar umat manusia di era globalisasi dewasa ini. semua pemimpin dan pejabat di negara kita selalu mengajak kita untuk bersatu. Cita-cita kebangsaan kita dalam sila ketiga, juga adalah persatuan Indonesia, yaitu persatuan, kerukunan, dan harmoni di tengah kemajemukan hidup berbangsa.

Namun, dalam kenyataannya, persatuan membutuhkan kondisi yang adil dan berkeadilan terutama keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana mungkin mengharapkan kerukunan jika kondisi kehidupan bersama dalam masyarakat berlangsung sangat timpang  antar kelompok dan antar golongan penduduk. Jumlah penduduk Muslim di negeri ini sebanyak 87% dari 250 juta jiwa dan menempatkan Indonesia dewasa ini sebagai negeri berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di Dunia. Akan tetapi, penguasaan di bidang perekonomian sebaliknya justru minoritas. Dari daftar 100 orang terkaya di Indonesia, yang beragama Islam hanya sekitar 20% saja.

Senin, 11 September 2017

Siapa sebenarnya sosok pemimpin Republik Chechnya Ramzan Kadyrov?


Di media sosial hari ini semua mata tertuju kepada salah satu pemimpin dari Chechnya. Kenapa? Lebih dari satu juta orang berkumpul di Chechnya, Rusia, pada Senin (4/9) waktu setempat untuk memprotes penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Rusia, pengunjuk rasa di Grozny, Ibu Kota Chechnya, membawa rambu dan spanduk yang menuntut diakhirinya pembunuhan orang-orang tak berdosa di negara bagian Rakhine, Myanmar. Akhir bulan lalu pasukan keamanan Myanmar melancarkan tindakan keras yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Hentikan Genosida di Myanmar”, “Hentikan Genosida Muslim Rohingya”, dan “Hentikan Pembunuhan Muslim Myanmar,” tulis beberapa spanduk yang dibawa pengunjuk rasa.

Dilansir dari Anadolu, Selasa (5/9), aksi unjuk rasa ini diakhiri dengan doa bersama di masjid pusat Grozny, yang juga dikenal sebagai Hati Chechnya. Sejak dimulainya tindakan militer terhadap komunitas Rohingya di negara bagian Rakhine pada 25 Agustus, ribuan Muslim Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Menurut PBB, sebanyak 87 ribu pengungsi Rohingya tiba di Bangladesh dalam 10 hari terakhir.

Laporan media mengatakan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, menggusur ribuan warga desa Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.

Sebuah tindakan keras yang terjadi Oktober tahun lalu di Maungdaw, PBB menemukan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh aparat keamanan. PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan sekitar 400 orang dibunuh selama tindakan keras tersebut.(kl/rol)

Siapa sebenarnya sosok pemimpin Republik Chechnya yang bernama Ramzan Kadyrov itu.


Rabu, 30 Agustus 2017

Hikmah dari Tragedi Masjid Ahmad Bin Hambal

Surat Terbuka Untuk Akhil Karim Yazid Jawas Hafizhahullah

Assalamu 'alaikum.warohmatullohhi Wabarokatuh

Ribuan umat Islam hari ini, khususnya dari kalangan NU berdemo menuntut Pemda Bogor agar Masjid Ahmad Bin Hambal yang dipimpin Ustadz. Yazid Jawaz dari kelompok Salafi Roja' ditutup dan dibekukan proses perijinannya.

Wali Kota Bogor Arya Bima seperti terlihat dalam video di bawah ini menyampaikan kepada para pendemo, demi menjaga kesatuan Ummat pemerintah Kota Bogor segera memproses pembekuan IMB Masjid Ahmad Bin Hambal.

Minggu, 02 April 2017

Khutbah Jum'at : “Bahaya Sekularisme bagi Iman dan Islam”

Oleh: Prof. Dr. –Ing. Misri Gozan, M.Tech., IPM

Khutbah Jum’at di Masjid Ukhuwwah Islamiyah UI

3 Rajab1438 H –3 Maret 2017 M

Pembuka:


اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

Wasiat Taqwa:

Jika kita bertaqwa, Allah SWT akan memberikan kepada kita al-Furqon.

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan[607]. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS 8: 29)

Pengingat:

Sebelum Khatib yang lemah ini menguraikan khutbah jumat, perkenankan khotib  mengingatkan kita semua, apabila khutbah sedang berlangsung, seorang dilarang menyibukkan diri dengan hal-hal yang bisa memalingkan konsentrasinya dari menyimak khutbah. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ: (أَنْصِتْ) وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ
“Jika kamu berkata kepada temanmu, “Diamlah” sementara imam sedang berkhutbah di hari jumat, sungguh ia telah berbuat sia-sia.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Perhatikan, bahwa Rasulullah yang mulia melarang kita melakukan perbuatan “mulia” menyeru yaitu kawannya supaya diam di saat imam sedang khutbah. Namun karena dilakukan pada saat yang tidak tepat, perbuatan tersebut menjadi tidak berpahala. Bahkan justru berdampak buruk bagi pelakunya. Maka, terlebih pembicaraan yang hukum asalnya mubah. Tentu lebih terlarang lagi. Juga menulis menjawab SMS, WA, browsing dsb di saat khutbah sedang berlangsung.


Hadirin sidang jumat rahimakumullah,

Baru-baru ini, dalam kesempatan peresmian Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di KecamatanBarus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017), seperti dikutip Antara, Presiden Joko Widodo meminta semua pihak agar memisahkan persoalan politik dan agama. 

Menurut Presiden, pemisahan tersebut untuk menghindari gesekan antar umat. Saya berbaik sangka terhadap Presiden, yang mungkin bermaksud meredam gesekan-gesekan kecil dalam suasana Pilkada. Namun banyak pihak menganggap pernyataan Presiden itu sangat perlu ditanggapi dengan sangat serius.

Seorang tokoh besar umat Islam, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI Pusat) sekaligus  Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) , Bapak KH Kiai Ma'ruf Amin pun menyatakan pendapatnya. Menurut Kiai Ma'ruf, agama dan politik mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi, sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan dan justru harus saling menguatkan. "Agama dan politik itu kan saling memengaruhi, politik kebangsaan itu kan juga harus memperoleh pembenaran dari agama, kalau tidak bagaimana?" ujarnya saat menghadiri Refleksi Kebangsaan 71 Tahun Muslimat NU di Hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Senin (27/3).

Kamis, 02 Maret 2017

Negara Federasi Islam Global


Terlepas dari pro kontra kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi kemarin ke Indonesia, sehingga ada yang benci sampai  ke ubun-ubun dan ada pula yang over estimate (mubalaghoh),  saya berpikir alangkah indahnya jika  kunjungan yang fantastis ini membahas nasib masa depan umat Islam dan negeri-negeri Islam yang masih menghadapai penjajahahan oleh bangsa asing dan aseng sejak satu abad belakagan.

Semua sepakat bahwa umat Islam dan negeri-negeri masih dalam penjajahan, kalau tidak secara fisik seperti Palestina oleh kaum Yahudi, ya secara ekonomi, politik, budaya, pemikiran, perundang-undangan seperti Indonesia dan seterusnya.

Umat Islam dan negeri Islam bukan hanya perlu kerjasma ekonomi, pendidikan dan politik, pertahanan dan keamanan dan seterusnya, dalam bingkai nasionalisme masing-masing, akan tetapi lebih dari itu, yakni kesatuan visi dan misi Islam (wihdaturrukyah wa arrisalah Islamiyyah) sehingga membentuk sebuah kekuatan Islamic global state sebagai langkah awal tegaknya kembali kekuatan kaum Muslimin akhir zaman dalam bingkai Khilafah ala Minhajinnubuwwah yang diprediksi Rasul Sholaullohhu ‘alaihi wassalam yang pasti terwujud di akhir zaman.

Kerjasama antar negera-negara Muslim yang dibingkai dengan nasionalisme tidak akan banyak membantu penyelesaian persoalan-persoalan yang sedang dihadapi umat Islam yang sampai saat ini mereka hidup dan menjalankan pemerintahan dan politik di bawah hegemoni asing dan aseng.

Sebab itu, semoga ada di antara pejabat-pejabat Muslim dan pemimpin-pemimpin negeri Islam yang berpikir lebih maju lagi dan berani mengangkat tema Negara Federasi Islam Global sebagaimana yang di awal tahun 2000an pernah diwujudkan al-Marhum Najmuddi  Erbakan PM Turki saat itu mendirikan G8 (8 Negara Msulim bersatu, termasuk Indomesia) sebagi upaya mengimbangi kekuatan ekonomi, politik dan militer kelompok G7.

Semoga tulisan singkat ini menjadi bahan renungan kita semua.. amin

Detik-detik menjelang pidato Raja Salman 

Baca juga: Geberakan Raja Baru Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz

Gambar: Detik

Jakarta, 3 Jumadil Akhir 1438 H

Senin, 27 Februari 2017

Ulama Dunia Islam: Umat Islam Berdosa Jika Tidak Menjadi Pembaca


Ada kabar yang cukup mengejutkan dari Istanbul yang saya baca pagi tadi. Sekretaris jendral Persatuan Ulama Muslim Sedunia (IUMS), Syaikh Dr. Ali Qara Daghi, mengatakan, “Umat Islam yang tidak menjalankan kewajibannya dalam membaca alam semesta, akan berdosa kepada kelompoknya. Karena mereka tidak mewujudkan apa yang disebut sebagai fardhu kifayah.”

Pernyataan ini disampaikan Syaikh Daghi dalam sebuah seminar dengan tema “Membaca dan Peradaban”, pada Ahad (26/02/2017). Seminar tersebut merupakan rangkaian dari acara Istanbul Book Fair, yang digelar di Istanbul, Turki.

Syaikh Daghi mengatakan, “Fardhu Kifayah terwujud dengan adanya kecukupan dalam hal kekuatan militer, ekonomi, kekayaan, membaca, dan pengetahuan. Jika tidak terwujud secara keseluruhan, akan menjadikan dosa atau kesalahan bagi umat.”

Sekjend IUMS tersebut juga menegaskan, “Kemajuan Bangsa hanya akan terwujud jika rakyatnya adalah para pembaca.”

Syaikh Daghi melanjutkan, “Perintah pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw., bukan semata-mata hanya membaca buku saja. Melainkan juga membaca buku, realitas, manusia, dan kehidupan. Serta menjadikan Al-Quran sebagai bacaan yang komprehensif dalam kehidupan.”

Kamis, 09 Februari 2017

Mana yang lebih dahulu: Akidah atau Kekuasaan?

Di tengah aktivis islam mungkin  diskusi seputar apakah Akidah dahulu atau kekuasaan terdengar sudah tidak asing. Tetapi bagi sebagian masyarakat awam tentu hal ini sedikit langkah pembahasannya. Untuk itu, mari kita berbincang sedikit seputar mana yang lebih dahulu, akidah atau kekuasaan?

Dalam kitab karya Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu yang berjudul “Jalan Golongan yang selamat” ada satu bagian khsusu membahas hal ini.

Lewat manakah Islam akan tampil kembali memimpin dunia? Da’i besar Muhammad Quthb menjawab persoalan ini dalam sebuah kuliah yang disampaikannya di Dar al-Hadits, Makkah al-Mukarramah. Teks pertanyaannya sebagai berikut:

“Sebagian orang berpendapat bahwa Islam akan kembali tampil lewat kekuasaan, sebagian yang lain berpendapat bahwa Islam akan kembali dengan jalan meluruskan akidah dan tarbiyah (pendidikan masyarakat). Manakah di antara dua pendapat ini yang benar?”

Jumat, 16 Desember 2016

Al-Qur'an Membawa Kebenaran dan Keadilan

Ada pendapat yang mengatakan salah satu intisari dari ajaran islam adalah keadilan. Siapa pun yang masuk ke dalam agama ini (Islam) akan diperlakukan adil. Hal itu banyak dicontohkan pada zaman Nabi  dan para sahabat, walupun ia adalah orang-orang terdekat Rosululloh Sholaullohhu “alaihiwassalam.

Pagi ini ada ayat yang saya baca berkaitan dengan perintah berlaku adil dalam Al-Qur’an “Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat, (Q.S. An-Nisa’(4): 105)