Rabu, 14 Januari 2026

Waktu Tidak Pernah Menunggu



 “Waktu tidak pernah menunggu. Siapa yang lalai, ia akan tertinggal. Maka gunakanlah setiap detik untuk mendekat kepada Allah.” – Aa Gym

Pagi ini saya kembali diingatkan tentang satu hal yang sering kita anggap biasa, padahal dampaknya luar biasa: waktu. Dalam kajian MQ pagi, Aa Gym menyampaikan dengan cara yang sederhana namun menohok, bahwa waktu tidak pernah berhenti berjalan, tidak pernah menunggu kesiapan kita, dan tidak memberi kesempatan untuk diulang.

Sering kali kita merasa masih punya banyak waktu. Menunda kebaikan, menunda perubahan, menunda untuk lebih dekat kepada Allah. Padahal setiap detik yang berlalu adalah amanah yang sedang dipertanggungjawabkan. Tanpa terasa, waktu terus bergerak, sementara kita masih berkutat pada alasan dan penundaan.

Pesan yang paling membekas adalah ajakan untuk mengisi waktu dengan kebaikan, sekecil apa pun itu. Pagi hari bukan hanya awal aktivitas, tetapi juga momentum untuk meluruskan niat. Bekerja, belajar, bahkan berinteraksi dengan orang lain bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan. Sebaliknya, kebiasaan menunda sering kali membuat kita kehilangan kesempatan terbaik yang sebenarnya sudah Allah hadirkan.

Dari kajian ini, saya belajar bahwa disiplin terhadap waktu bukan semata soal produktivitas, tetapi soal kesadaran hidup. Kesadaran bahwa hidup ini terbatas, dan setiap pilihan memiliki konsekuensi. Mengisi waktu dengan dzikir, doa, dan amal baik bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga menata arah hidup agar tidak melenceng dari tujuan sejati.

Kajian pagi ini menjadi pengingat yang lembut namun tegas: hidup bukan tentang menunggu waktu luang, melainkan tentang memuliakan waktu yang ada. Karena pada akhirnya, waktu akan terus berjalan, dengan atau tanpa kita. Dan semoga, ketika waktu itu berlalu, ia menjadi saksi bahwa kita pernah berusaha mendekat kepada Allah sebaik yang kita mampu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Semoga langkah Anda hari ini membawa semangat baru untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijak. Saya menghargai setiap dedikasi dan perjalanan Anda. Sampai kita berjumpa kembali, dalam tulisan atau kehidupan nyata.