Terkadang, dalam hidup ini kita sering merasa nyaman dengan apa yang tampak kuat di luar, dengan apa yang memberi rasa aman sementara, seperti laba-laba yang membuat rumah dari jaring-jaring halusnya. Namun, apa yang tampak kokoh seringkali rapuh di dalam. Itulah pesan mendalam yang disampaikan oleh QS. Al-‘Ankabūt: 41, ayat yang menggambarkan perumpamaan luar biasa tentang ketergantungan manusia pada selain Allah.
Rumah Laba-laba: Sebuah Ilustrasi Kehidupan
Laba-laba membangun rumahnya dengan teliti, namun rumah itu sangat rapuh. Benang-benangnya, meskipun sangat kuat secara material, tidak mampu melindungi dari hujan deras atau angin kencang. Begitu pula dengan segala sesuatu yang kita jadikan sandaran selain Allah, sekilas tampak memberi perlindungan, namun dalam ujian besar, ia bisa runtuh begitu saja.
Kita sering kali menggantungkan harapan pada banyak hal yang tampak menjanjikan: kekayaan, status sosial, hubungan manusia, atau bahkan kecerdasan kita sendiri. Namun, ketika krisis datang, apa yang tampak kuat bisa hancur dalam sekejap, meninggalkan kita dalam ketidakberdayaan dan kekosongan.


